orangtambang.id: Geologi
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geologi. Tampilkan semua postingan

September 05, 2025

Download GEO5 2024 Full Crack Bebas Instal

Download GEO5 2024 Full Crack Bebas Instal

Download GEO5 2024 Full Crack Bebas Instal  - GEO5 adalah perangkat lunak yang  memberikan solusi untuk sebagian besar tugas geoteknik . Masing-masing program memiliki antarmuka pengguna yang sama dan berkomunikasi dengan satu sama lain, sedangkan masing-masing program memverifikasi pasti jenis struktur .

Modern 3D subsoil pemodelan & Stratigrafi perbaikan meliputi:

    Input interface lapisan dengan titik-titik (X, Y, Z)
    Transfer otomatis dibuat garis dari bagian geologi untuk antarmuka
    Hubungan antara geologi bagian, dan bagian output
    Gambar, foto dan diimpor Pdf dapat dicetak di log
    Visualisasi dari bagian geologi dalam 3D 

GEO5 2024

GEO5 2024

GEO5 2024

GEO5 2024

GEO5 2024

GEO5 2024

GEO5 2024

Link Download Password Winrar
Request Link GEO5 2024   
------------------

Juni 15, 2025

CGG GeoSoftware Suite 11.0  New Update

CGG GeoSoftware Suite 11.0 New Update

CGG GeoSoftware Suite 11.0  New Update -  CGG GeoSoftware telah meluncurkan versi 11.0 dari portofolio lengkapnya berupa  perangkat lunak karakterisasi reservoir dan interpretasi petrofisika . GeoSoftware 11.0 merupakan pencapaian penting, yang mengintegrasikan semua solusi GeoSoftware yang tepercaya di industri, termasuk Jason, HampsonRussell, PowerLog, RockSI, InsightEarth, dan VelPro , sehingga kini semuanya dapat bekerja sama pada satu platform. Integrasi tingkat lanjut ini menampilkan alur kerja lintas produk yang fleksibel untuk meningkatkan kinerja proyek E&P dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sifat reservoir.

CGG GeoSoftware Suite 11.0

CGG GeoSoftware Suite 11.0

CGG GeoSoftware Suite 11.0

CGG GeoSoftware Suite 11.0

CGG GeoSoftware Suite 11.0

CGG GeoSoftware Suite 11.0

Kemampuan pembelajaran mesin yang ditingkatkan dalam versi 11.0 mencakup WellGen , aplikasi HampsonRussell baru , yang memfasilitasi alur kerja pembelajaran mendalam yang menghubungkan interpretasi geologi dan geofisika untuk estimasi properti reservoir yang lebih akurat dalam reservoir yang kompleks. Peningkatan otomatisasi dan analitik dalam PowerLog secara signifikan mengurangi waktu pengeditan log sehingga ahli petrofisika dapat fokus pada interpretasi

Request Link Download Password Winrar
CGG GeoSoftware Suite 11.0
------------------

September 03, 2024

Isatis Neo Mining 2024.12 Full Crack

Isatis Neo Mining 2024.12 Full Crack

Isatis Neo Mining 2024.12 Full Crack - Isatis.neo adalah solusi perangkat lunak yang cerdas dan kuat dalam geostatistik. Menampilkan antarmuka pengguna yang intuitif, ini dihasilkan dari komitmen ganda Geovariances untuk mengembangkan teknologi terobosan dan membuat geostatistik kelas satu dapat diakses oleh lebih banyak pengguna.

Isatis Neo Mining 2024.12

Dirancang untuk setiap bisnis yang berurusan dengan data spasial, Isatis.neo melampaui standar industri dalam geostatistik. Perangkat lunak ini memungkinkan analisis dan visualisasi data yang menyeluruh, menghasilkan peta dan model berkualitas tinggi, dan memungkinkan Anda untuk melakukan analisis ketidakpastian dan risiko ekstensif yang mengoptimalkan proses pengambilan keputusan Anda.

Isatis Neo Mining 2024.12

Tersedia dalam Edisi Standar, Isatis.neo juga ditawarkan dalam dua versi khusus, Edisi Minyak dan Edisi Pertambangan, untuk lebih memenuhi persyaratan khusus dari kedua industri ini. Selain alat berorientasi bisnis, setiap versi menawarkan alur kerja yang telah dikonfigurasikan sebelumnya untuk cara yang dioptimalkan untuk mengatasi masalah klasik meskipun menantang :
– Estimasi Sumberdaya Mineral termasuk Pengendalian dan Rekonsiliasi Bijih untuk Edisi Penambangan,
– Konversi Time-to-Depth dengan analisis ketidakpastian yang komprehensif untuk Petroleum Edition

Link Download Password Winrar
------------------


Mei 17, 2024

Kegiatan Eksplorasi Nikel Laterit Quality Control (QC)

Kegiatan Eksplorasi Nikel Laterit Quality Control (QC)

Kegiatan Eksplorasi Nikel Laterit Quality Control (QC)

Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future Gold Exploration

Tekno Minerba dengan bangga mempersembahkan Training Class - Kegiatan Eksplorasi Nikel Laterit Quality Control (QC) yang akan dilaksanakan pada

Pelaksanaan :
🗓 Minggu, 26 Mei 2024
⏱ 19.30 - 21.30 WIB 

Trainer : Mohamad Syukran Adriansyah, S.T., CPI

Benefit :
📑 Sertifikat Tekno Minerba
📝 Materi Pembelajaran dan Grup Diskusi
💻 Exam Pelatihan
📽 Video Replay
💭 Konsultasi

Klik Link disini untuk pendaftaran 👇🏻
👩‍💻 https://bit.ly/TMSCQCKENL

Contact Person :
👩‍💻 https://wa.me/6281393016720 (Minba)
https://www.instagram.com/teknominerba
Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future Gold Exploration

Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future Gold Exploration

 Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future Gold Exploration

Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future Gold Exploration

Tekno Minerba dengan bangga mempersembahkan Training Class - Gold Exploration: Challenges and Opportunities Build a Sustainable Future yang akan dilaksanakan pada

Pelaksanaan :
🗓 Selasa, 21 Mei 2024
⏱ 19.30 - 22.30 WIB 

Trainer : Faiz Akbar Prihutama, S.T.

Benefit :
📑 Sertifikat Tekno Minerba
📝 Materi Pembelajaran dan Grup Diskusi
💻 Exam Pelatihan
📽 Video Replay
💭 Konsultasi

Klik Link disini untuk pendaftaran 👇🏻
👩‍💻bit.ly/TMTCGoldExploration

Contact Person :
👩‍💻 https://wa.me/6281393016720 (Minba)
https://www.instagram.com/teknominerba

Mei 16, 2024

Pemodelan Geologi Dan Estimasi Sumber Daya Batubara

Pemodelan Geologi Dan Estimasi Sumber Daya Batubara

 Training Class -  Pemodelan Geologi (Stratmodel) & Estimasi Sumber Daya: Studi Kasus Batubara


Tekno Minerba dengan bangga mempersembahkan Training Class - Pemodelan Geologi (Stratmodel) & Estimasi Sumber Daya: Studi Kasus Batubara yang akan dilaksanakan pada

Pelaksanaan :
🗓 Kamis-Jumat, 16-17 Mei 2024
⏱ 19.30 - 22.30 WIB 

Trainer : Haeril Desnitigina, S.T.

Benefit :
📑 Sertifikat Tekno Minerba
📝 Materi Pembelajaran dan Grup Diskusi
💻 Exam Pelatihan
📽 Video Replay
💭 Konsultasi

Klik Link disini untuk pendaftaran 👇🏻
👩‍💻https://bit.ly/TMTCPemodelanBatubara

Contact Person :
👩‍💻 https://wa.me/6281393016720 (Minba)
https://www.instagram.com/teknominerba

April 12, 2024

Leapfrog Geo 2023 x64 Full Module

Leapfrog Geo 2023 x64 Full Module

Leapfrog Geo 2023 x64 Full Module - Leapfrog Geo adalah perangkat lunak pemodelan geologi 3D terkemuka untuk pertambangan, eksplorasi, pencemaran air tanah, dan industri energi panas bumi. Leapfrog adalah cara pengolahan, melihat dan menafsirkan data lubang bor yang benar-benar baru. Dengan menggunakan software Leapfrog, Anda bisa langsung memvisualisasikan pola mineralisasi dalam 3D melalui satu lingkungan pemrosesan interaktif. 

Leapfrog Geo 2023 x64

Leapfrog merupakan produk dari pengembang software analis yaitu ARANZ. Software ini banyak digunakan oleh para ahli geologi (eksplorasi) selain itu juga ada beberapa produk yang dibuat khusus untuk menangani industri pertambangan, pencemaran air tanah, dan energi panas bumi.

Baca Juga :
1. Leapfrog Hydro v2.6.0 Full Patch Free Gratis
2. Leapfrog Geothermal v3.2 Full Patch Free Gratis


New Update.
The Structural surface is a new method for building geologic contact surfaces within a geological model. As well as standard surface input data, structural surfaces can use non-contacting structural data to influence and guide the overall geometry. Bedding data from pit face-mapping, downhole measurements and surface mapping can be combined together with drilling lithology contact data and surface contact mapping.

Leapfrog Geo v4.0

Form interpolants 
Structural form interpolants combine bedding or foliation orientation data from pit face-mapping, downhole measurements and surface mapping to interpolate and visualise the form of the rock fabric of a region. Form interpolants may be visualised as isosurfaces or evaluated onto surfaces, points and block models.Isosurfaces of form interpolants may be dynamically applied to structural trends to control the anisotropy of grade models.
Leapfrog Geo v4.0
Stereonets 
Leapfrog Geo 4.0_s interactive Stereonet tool provides the capability to interpret complex structural data sets through stereographic projection.  Save stereonets as part of a Leapfrog Geo project for quick recall, supporting any combination of mapped, downhole or declustered structural data. 

Several built-in visualisation options such as contouring and statistics provide the means to discover hidden trends, relationships and geological structures.  An interactive selection and categorisation workflow makes iit easy to classify distinct populations of measurements.  The selected regions and colourings are simultaneously linked with the 3D scene for a wider perspective.

Leapfrog Geo v4.0

New polyline 
This powerful new drawing tool supersedes the previous straight-segment and 2D curved line types. The Leapfrog Geo 4.0 polyline is a unified editing and interpretation tool, supporting full 3D drawing modes for curved and straight lines, as well as single points.  The tool has options to control the pitch of surfaces by adjusting a line_s ribbon orientation, or adding points with normals.  

Simple 2D lines can be drawn on the slice plane, and 3D curves can be drawn on any in-scene objects, such as topographic surfaces and  drillhole contacts.The new drawing tool is available anywhere linework is able to be drawn in a project.  

Also new to this version are refreshed custom line editors for GIS lines, vein boundaries and direct surface edits.  New import and export formats mean the new polyline is compatible with Leapfrog Mining as well as supporting smooth drag-and-drop transfer into Leapfrog projects


Leapfrog Geo v4.0

Link Download Password Winrar

April 10, 2024

Geovia Surpac 2024 x64 (7.7.354) Full Module

Geovia Surpac 2024 x64 (7.7.354) Full Module

Geovia Surpac 2024 x64 (7.7.354) Full Module - Surpac memberikan efisiensi dan akurasi melalui kemudahan penggunaan, grafik 3D yang kuat, dan otomatisasi alur kerja yang dapat diselaraskan dengan proses dan aliran data spesifik perusahaan.


Surpac memenuhi semua persyaratan ahli geologi, surveyor, dan insinyur pertambangan di sektor sumber daya dan cukup fleksibel agar sesuai untuk setiap komoditas, badan bijih, dan metode penambangan. Kemampuan multibahasanya memungkinkan perusahaan global untuk mendukung solusi umum di seluruh operasi mereka.


Surpac memperkenalkan modul Structural Suite baru – seperangkat alat visualisasi dan analisis untuk segala jenis data berorientasi, dan kemampuan kolaborasi dan manajemen data yang kuat dari platform 3DEXPERIENCE serta lebih dari 30 peningkatan yang diminta pelanggan dan peningkatan kualitas produk.


Bagi anda yang ingin memiliki software  Geovia Surpac 2019 x64 dapat menghubungi vendor resmi Dassault Systemes GEOVIA Surpac "Ingat....! hindari pengunaan software bajakan/ Remember....! avoid using pirated software"
 
Link Download Password Winrar
------------------

September 02, 2018

GEMS v6.5.1 Free Download

GEMS v6.5.1 Free Download

GEMS v6.5.1 Free Download - GEMS adalah perangkat lunak yang dibuat untuk industri pertambangan dan geologi. GEMS ini mencakup beberapa modul fungsional, yang masing-masing dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan yang lain. Versi ini dapat dijalankan pada arsitektur client-server GEMS SQL. Adapun beberapa manfaat dari GEMS sebagai berikut :
• Basis Data Geologi;
• Analisis statistik informasi geologi;
• Perhitungan cadangan dengan metode yang berbeda (poligon, kriging normal, indikator kriging, kriging multi-indikator, metode rata-rata tertimbang untuk model wireframe, dll.);
• Permodelan Geologi Blok;
• Pengolahan rinci data survei
• Desain dan Perencanaan Tambang
• Simulasi model penggalian aktual

• Perencanaan operasi pertambangan yang prospektif dan operatif
• Optimalisasi kontur final dari quarry dan jadwal penambangan
• Pembuatan dan pemeliharaan dokumentasi pertambangan dan grafis.


GEMS v6.5.1


Link Download Password Winrar
Contact Admin

Sekian ulasan/review singkat tentang GEMS v6.5.1 Free Download. Akhir kata Semoga Bermanfaat ! Bagi agan-agan yang ingin menambahkan saran atau masukan silahkan di kotak komentar.

Februari 06, 2018

Metode Sampling Didalam Kegiatan Eksplorasi

Metode Sampling Didalam Kegiatan Eksplorasi

Metode Sampling Didalam Kegiatan Eksplorasi -  Sampel (conto) merupakan satu bagian yang representatif atau satu bagian dari keseluruhan yang bisa menggambarkan berbagai karakteristik untuk tujuan inspeksi atau menunjukkan bukti-bukti kualitas, dan merupakan sebagian dari populasi stastistik dimana sifat-sifatnya telah dipelajari untuk mendapatkan informasi keseluruhan.

Secara spesifik, conto dapat dikatakan sebagai sekumpulan material yang dapat mewakili jenis batuan, formasi, atau badan bijih (endapan) dalam arti kualitatif dan kuantitatif dengan pemberian (deskripsi) termasuk lokasi dan komposisi dari batuan, formasi, atau badan bijih (endapan) tersebut.

Metode Sampling Didalam Kegiatan Eksplorasi

Proses pengambilan conto tersebut disebut sampling (pemercontoan). Sampling dapat dilakukan karena beberapa alasan (tujuan) maupun tahapan pekerjaan  (tahapan eksplorasi, evaluasi, maupun eksploitasi). Pemilihan metode sampling dan jumlah conto yang akan diambil tergantung pada beberapa faktor, antara lain :
- Tipe endapan, pola penyebaran, serta ukuran endapan.
- Tahapan pekerjaan dan prosedur evaluasi,
- Lokasi pengambilan conto (pada zona mineralisasi, alterasi, atau barren),
- Kedalaman pengambilan conto, yang berhubungan dengan letak dan kondisi batuan induk.
- Anggaran untuk sampling dan nilai dari bijih.

Secara umum, dalam pemilihan metode sampling perlu diperhatikan karakteristik endapan yang akan diambil contonya. Bentuk keterdapatan dan morfologi endapan akan berpengaruh pada tipe dan kuantitas sampling. Aspek karakteristik endapan untuk tujuan sampling ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Pada endapan berbentuk urat
- Komponen mineral atau logam tidak tersebar merata pada badan urat.
- Mineral bijih dapat berupa kristal-kristal yang kasar sehingga diperlukan sample dengan volume yang besar agar representatif.
- Kebanyakan urat mempunyai lebar yang sempit (jika dibandingkan dengan bukaan stope) sehingga rentan dengan dilution.
- Kebanyakan urat berasosiasi dengan sesar, pengisi rekahan, dan zona geser (regangan), sehingga pada kondisi ini memungkinkan terjadinya efek dilution pada batuan samping, sehingga batuan samping perlu dilakukan sampling.
- Perbedaan assay (kadar) antara urat dan batuan samping pada umumnya tajam, berhubungan dengan kontak dengan batuan samping, impregnasi pada batuan samping, serta pola urat yang menjari (bercabang), sehingga dalam sampling perlu dicari dan ditentukan batas vein yang jelas.
- Fluktuasi ketebalan urat sulit diprediksi, dan mempunyai rentang yang terbatas, serta mempunyai kadar yang sangat erratic (acak/tidak beraturan) dan sulit diprediksi, sehingga diperlukan sampling dengan interval yang rapat.
 - Kebanyakan urat relatif keras dan bersifat brittle, sehingga cukup sulit untuk mencegah terjadinya bias akibat variabel kuantitas per unit panjang sulit dikontrol.

b. Pada endapan stratiform
Endapan stratiform disini termasuk endapan-endapan logam dasar yang terendapkan selaras/sejajar dengan bidang perlapisan satuan litologi (litofasies), dimana mineral bijih secara lateral dikontrol oleh bidang perlapisan atau bentuk-bentuk sedimen yang lain (sedimentary hosted). Karakteristik umum tipe endapan ini yang berhubungan dengan metode sampling antara lain :
 - Mempuyai ketebalan yang cukup besar.
 - Mempunyai penyebaran lateral yang cukup luas.
 - Kadang-kadang diganggu oleh struktur geologi atau tektonik yang kuat, sehingga dapat menimbulkan masalah dalam sampling.
- Arah kecenderungan kadar relatif seragam dan dapat diprediksi, namun kadang-kadang dapat terganggu oleh adanya remobilisasi, metamorfisme, atau berbentuk urat.
 - Perubahan-perubahan gradual atau sistematis dalam kadar harus diikuti oleh perubahan dalam interval sampling.
 - Dalam beberapa kondisi mungkin terdapat mineralisasi yang berbutir halus dan kemudian berpengaruh pada besar volume material yang dilakukan sampling.
 - Pada tipe hosted by meta-sediment, perlu diperhatikan variabel ukuran conto akibat perubahan ukuran, kekerasan batuan, atau nugget effect.

c. Pada endapan sedimen
Pada tipe endapan ini, termasuk endapan batubara, ironstones, potash, gipsum, dan garam, yang mempunyai karakteristik :
- Mempuyai kontak yang jelas dengan batuan samping.
- Mempunyai fluktuasi perubahan indikator kualitas yang bersifat gradual.
- Sampling sering dikontrol oleh keberadaan sisipan atau parting dalam batubara, sehingga interval sampling lebih bersifat ply per ply.
 - Perubahan (variasi) ketebalan lapisan yang cenderung gradual, sehingga anomali-anomali yang ditemukan dapat diprediksi lebih awal (washout, sesar, perlipatan, dll.), sehingga pola dan kerapatan sampling disesuaikan dengan variasi yang ada.
 - Rekomendasi pola sampling (strategi sampling) adalah dengan interval teratur secara vertikal, bed by bed (atau ply by ply), atau jika relatif homogen dapat dilakukan secara komposit.

d. Pada endapan porfiri
Karakteristik umum dari tipe endapan ini yang perlu diperhatikan adalah :
 - Mempuyai dimensi yang besar, sehingga sampling lebih diprioritaskan dengan pemboran inti (diamond atau percussion).
 - Umumnya berbentuk non-tabular, umumnya mempunyai kadar yang rendah dan bersifat erratic, sehingga kadang-kadang dibutuhkan conto dalam jumlah (volume) yang besar, sehingga kadang-kadang dilakukan sampling melalui winze percobaan, adit eksplorasi, dan paritan.
 - Zona-zona mineralisasi mempunyai pola dan variabilitas yang beragam, seperti tipe disseminated, stockwork, vein, atau fissure, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam pemilihan metode sampling.
 - Keberadaan zona-zona pelindian atau oksidasi, zona pengkayaan supergen, dan zona hipogen, juga perlu mendapat perhatian khusus.
 - Mineralisasi dengan kadar hipogen yang relatif tinggi sering terkonsentrasi sepanjang sistem kekar sehingga penentuan orientasi sampling dan pemboran perlu diperhatikan dengan seksama.
 - Variasi dari kerapatan pola kekar akan mempengaruhi kekuatan batuan, sehingga interval (kerapatan) sampling akan sangat membantu dalam informasi fragmentasi batuan nantinya.
Eksplorasi Menggunakan Metode Tes Pit

Eksplorasi Menggunakan Metode Tes Pit

Eksplorasi Menggunakan Metode Tes Pit - Tes Pit (Sumur Uji) merupakan bagian dari metode eksplorasi langsung lainnya.  Test pit (sumur uji) merupakan salah satu cara dalam pencarian endapan atau pemastian kemenerusan lapisan dalam arah vertikal. Pembuatan sumur uji ini dilakukan jika dibutuhkan kedalaman yang lebih (> 2,5 m). Pada umumnya suatu deretan (series) sumur uji dibuat searah jurus, sehingga pola endapan dapat dikorelasikan dalam arah vertikal dan horisontal.

Sumur uji ini umum dilakukan pada eksplorasi endapan-endapan yang berhubungan dengan pelapukan dan endapan-endapan berlapis.
• Pada endapan berlapis, pembuatan sumur uji ditujukan untuk mendapatkan kemenerusan lapisan dalam arah kemiringan, variasi litologi atap dan lantai, ketebalan lapisan, dan karakteristik variasi endapan secara vertikal, serta dapat digunakan sebagai lokasi sampling (lihat Gambar 6.5). Biasanya sumur uji dibuat dengan kedalaman sampai menembus keseluruhan lapisan endapan yang dicari, misalnya batubara dan mineralisasi berupa urat (vein).


• Pada endapan yang berhubungan dengan pelapukan (lateritik atau residual), pembuatan sumur uji ditujukan untuk mendapatkan batas-batas zona lapisan (zona tanah, zona residual, zona lateritik), ketebalan masing-masing zona, variasi vertikal masing-masing zona, serta pada deretan sumur uji dapat dilakukan pemodelan bentuk endapan.

Pada umumnya, sumur uji dibuat dengan besar lubang bukaan 3–5 m dengan kedalaman bervariasi sesuai dengan tujuan pembuatan sumur uji. Pada endapan lateritik atau residual, kedalaman sumur uji dapat mencapai 30 m atau sampai menembus batuan dasar.

Eksplorasi Menggunakan Metode Tes Pit

Dalam pembuatan sumur uji tersebut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
• ketebalan horizon B (zona laterit/residual),
• ketinggian muka airtanah,
• kemungkinan munculnya gas-gas berbahaya (CO2, H2S),
• kekuatan dinding lubang, dan

Februari 04, 2018

Peta Geologi

Peta Geologi

PETA GEOLOGI - Survei Geologi bertujuan untuk pemetaan geologi yang memuat informasi: litologi (simbol area dan warna), stratigrafi (penampang melintang), struktur geologi (simbol garis). Keuntungan survei geomorfologi dan geologi dengan menggunakan bantuan citra penginderaan jauh adalah dapat mengurangi kerja lapangan, laboratorium, dan waktu sehingga akan dapat menghemat biaya dan tenaga. Informasi utama yang dimuat dalam peta geologi adalah satuan litostratigrafi,struktur geologi, korelasi antar satuan litostratigrafi, dan penampang geologi.

Peta Geologi

Satuan Litostratigrafi
Satuan Litostratigrafi dasar dalam peta geologi adalah formasi. Selain formasi, satuan litostratigrafi yang kadang digunakan adalah anggota dan kelompok.

- Formasi
Adalah satuan litostratigrafi yang memiliki keseragaman gejala litologi yang nyata, baik terdiri dari satu macam jenis batuan, perulangan dari dua jenis batuan atau lebih. Formasi dapat tersingkap di permukaan, berkelanjutan ke bawah permukaan atau seluruhnya terdapat di bawah permukaan. Formasi harus meliputi daerah yang luas, pada umumnya dapat dipetakan pada skala 1 : 25.000. Tebal suatu fomasi berkisar antara satu meter hingga ribuan meter, sehingga ketebalan bukanlah syarat pembatasan formasi.

- Anggota
Adalah bagian dari formasi yang secara litologi berbeda dengan ciri umum formasi yang bersangkutan, serta memiliki penyebaran lateral yang cukup luas, tetapi tidak boleh lebih luas dari formasi.

- Kelompok
Adalah satuan litostratigrafi yang setingkat lebih tinggi daripada formasi, sehingga kelompok terdiri dari dua formasi atau lebih yang menunjukkan kesamaan ciri-ciri litologi.

Struktur Geologi
Struktur Geologi adalah sikap perlapisan batuan yang dinyatakan dalam dip dan strike. Dip merupakan kemiringan lapisan batuan yang dinyatakan dalam derajat. Strike merupakan arah jurus dari lapisan batuan yang dinyatakan dengan arah atau orientasi dari kontur ketinggian perlapisan batuan.

Korelasi Satuan Litostratigrafi
Korelasi antar satuan stratigrafi menginformasikan hubungan suatu satuan litostratigrafi dengan satuan stratigrafi di atasnya atau di bawahnya. Hubungan tersebut dapat selaras, tidak selaras, menjari, atau membaji. Satuan litostratigrafi paling muda diletakkan di bagian teratas dan paling tua berada di bagian bawah.

Penampang Geologi
Penampang geologi merupakan penampang topografi yang diberi informasi satuan litostratigrafi dan struktur. Pembesaran vertikal penampang geologi harus sama dengan skala horisontal.

Simbolisasi
Satuan litostratigrafi digambarkan dengan simbol area yang diberi warna atau shding. Selain warna atau shading satuan stratigrafi juga diberi nama dengan dua atau empat huruf yang tertera pada setiap satuan.
Peta Geomorfologi

Peta Geomorfologi

PETA GEOMORFOLOGI - Survei Geomorfologi bertujuan untuk pemetaan geomorfologi yang memuat informasi: unit bentuklahan genetik utama (simbol area dan warna), litologi dan kontur ketinggian (simbol garis dengan warna tidak menonjol), unit bentuklahan minor dan proses (simbol garis dan menonjol). Hampir semua informasi geomorfologis dapat disadap dari citra baik unit geomorfologi, morfologi, genesis, maupun kronologi. Informasi yang dapat disadap dari citra dalam survei geologi adalah litologi, struktur, maupun stratigrafi. Namun perlu diingat bahwa hasil interpretasi sangat tergantung pada pengalaman interpreter.

Informasi utama yang dimuat dalam peta geomorfologi versi ITC (Verstappen dan Zuidam, 1975) adalah unit bentuklahan genetik utama, litologi, dan bentuklahan genetik minor serta proses. Informasi lain sebagai informasi tambahan adalah topografi, morfometri, dan kronologi. Unit bentuklahan genetik utama ditunjukkan dengan warna atau diberi batas garis tebal dengan ditandai satu huruf kapital. Unit bentuklahan genetik utama dibedakan menjadi delapan kategori dengan simbol sebagai berikut :

Peta Geomorfologi

Peta geomorfologi didefinisikan sebagai peta yang menggambarkan bentuk lahan, genesa beserta proses yang mempengaruhinya dalam berbagai skala. Berdasarkan definisi diatas maka suatu peta geomorfologi harus mencakup hal hal sebagai berikut:
1. Peta geomorfologi menggambarkan aspek-aspek utama lahan atau terrain disajikan dalam bentuk simbol huruf dan angka, warna, pola garis dan hal itu tergantung pada tingkat kepentingan masing-masing aspek.

2. Peta geomorfologi memuat aspek-aspek yang dihasilkan dari sistem survei analitik (diantaranya morfologi dan morfogenesa) dan sintetik (diantaranya proses geomorfologi, tanah /soil, tutupan lahan).

3. Unit utama geomorfologi adalah kelompok bentuk lahan didasarkan atas bentuk asalnya (struktural, denudasi, fluvial, marin, karts, angin dan es).

4. Skala peta merupakan perbandingan jarak peta dengan jarak sebenarnya yang dinyatakan dalam angka, garis atau kedua-duanya.

Adapun informasi yang terdapat dalam peta geomorfologi berupa bentuk, geometri, serta proses-proses yang telah maupun sedang terjadi, baik proses endogenik maupun eksogenik. Ada sedikit perbedaan penekanan antara informasi geomorfologi untuk sains dan informasi geomorfologi untuk terapan.
1. Untuk tujuan sains maka peta geomorfologi diharap mampu memberi informasi mengenai hal-hal berikut :
   a. Faktor-faktor geologi apa yang telah berpengaruh kepada pembentukan bentang   alam disuatu tempat
   b. Bentuk-bentuk bentangalam apa yang telah terbentuk karenanya. Pada umumnya hal-hal tersebut diuraikan secara deskriptif. Peta geomorfologi  yang disajikan harus dapat menunjang hal-hal tersebut diatas, demikian pula klasifikasi yang digunakan. Gambaran peta yang menunjang ganesa dan bentuk diutamakan.

2. Sedangkan untuk tujuan terapan peta geomorfologi akan lebih banyak memberi informasi mengenai :
   a. Geometri dan bentuk permukaan bumi seperti tinggi, luas, kemiringan lereng, kerapatan sungai, dan sebagainya.

Pada umumnya hal-hal tersebut dinyatakan secara terukur. Peta geomorfologi yang disajikan harus menunjang hal-hal tersebut diatas, demikian pula klasifikasi yang digunakan. Gambaran peta diutamakan yang menunjang kondisi parametris (yang dapat diukur) serta proses-proses exsogen yang berjalan pada masa kini dan yang akan datang.
- Litologi ditunjukkan dengan arsiran dengan warna yang tidak menonjol. Simbol arsiran sama dengan peta geologi.


- Bentuk lahan genetik minor dan proses ditunjukkan dengan simbol garis. Simbol garis untuk bentuklahan generik minor dan proses dilengkapi dengan huruf yang menunjukkan kronologi jika umurnya diketahui. Proses-proses yang masih aktif dan yang tidak aktif kadang dibedakan dengan warna sama tetapi dengan hue yang berbeda.

- Morfometri dan topografi digambarkan dengan simbol garis dan titik. Simbol garis digunakan untuk kontur, lembah, igir, dan tebing, sedangkan simbol titik digunakan untuk ketinggian.

- Kronologi dinyatakan dengan huruf awal dari zaman atau kala
Batuan Piroklastik

Batuan Piroklastik

BATUAN PIROKLASTIK - Batuan Piroklastik yaitu batuan yang terbentuk dari hasil ledakan gunung api akibat adanya gaya energi geothermal dari dalam bumi. Batuan piroklastik ini belum mengalami proses pengangkutan oleh medium apapun, jadi batuan ini membeku di atas udara pada saat terjadinya letusan pada gunung api yang masih aktif. Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Lain halnya dengan batuan epiklastik, yaitu batuan yang sudah mengalami pengangkutan (transportasi) yang mengakibatkan terjadinya pengikisan pada batuan oleh medium (air dan angin) yang membawanya. Batuan epiklastik ini biasanya terdapat pada tempat – tempat yang rendah seperti lembah – lembah,  sungai – sungai, danau – danau ataupun laut.

Batuan Piroklastik

Proses pembentukan batuan piroklastik diawali dengan meletusnya gunung api, mengeluarkan magma dari dalam bumi diakibatkan dari energi yang sangat besar yaitu gaya endogen dari pusat bumi. Magma yang dikeluarkan oleh gunung itu terhempas ke udara, sehingga magma tersebut membeku dan membentuk gumpalan yang mengeras (yang kemudian disebut batu). Gumpalan tersebut memiliki struktur dan tekstur yang tertentu pula. Sedangkan batu – batu tadi yang telah mengalami proses pengangkutan (transportasi) oleh angin dan air, maka batuan tersebut disebut dengan batuan epiklastik.

Batuan epiklastik ini banyak terdapat di daerah – daerah yang rendah, disebabkan oleh medium yang membawanya ke tempat – tempat yang rendah di sekitar gunung tersebut. Tempat – tempat rendah itu seperti di sungai, danau, laut dan lembah – lembah pegunungan.

Mekanisme pengendapan pada batuan piroklastik yaitu ada 2 macam mekanisme pengendapan, yaitu :
1. Fall Deposit
Endapan piroklastik yang dibentuk oleh jatuhan material halus yang terbawa oleh angin.


2. Flow Deposit
Endapan piroklastik yang diangkut oleh media air di mana terjadi pencampuran dari segala macam ukuran butiran.


Ciri – ciri batuan piroklastik dan batuan epiklastik, yaitu :
1. Batuan Piroklastik
a. Tekstur
   - Menyudut sampai menyudut tanggung
   - Tingkat keseragaman butir penyusun sama
b. Komposisi
   - Material stabil dan tidak stabil
   - Murni disusun oleh bahan – bahan dari letusan gunung api

2. Batuan Epiklastik
a. Tekstur
   - Bentuk butir membulat sampai membulat tanggung
   - Ukuran butir bervariasi
b. Komposisi
   - Bahan – bahan relatif stabil
   - Hasil pengangkutan dengan material sedimen lainnya.
Mineral Penyusun Batuan Piroklastik

Mineral Penyusun Batuan Piroklastik


MINERAL PENYUSUN BATUAN PIROKLASTIK - Mineral penyusun batuan piroklastik ini adalah sama persis dengan mineral–mineral pembentuk batuan beku.  Ini disebabkan karena zat asal dari kedua batuan ini adalah sama yaitu magma. Yang membedakan antara batuan beku dan batuan piroklastik adalah butirannya, kalau pada batuan beku merupakan campuran dari beberapa butir, sedangkan batuan piroklastik itu adalah merupakan satu kesatuan butiran. Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Mineral Batuan Piroklastik

Jadi, batuan piroklastik itu adalah merupakan butirannya itu juga. Beberapa mineral penyusun batuan piroklastik dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
1. Mineral Sialis
   - Mineral Kuarsa
   - Mineral Felspar (Na, Ca & K – Felspar)
   - Felspatoid (Jika kondisi larutan magma kurang jenuh)
2. Mineral Femis (Mineral yang kaya akan kandungan ikatan Fe – Mg silikat dan terkadang disusul dengan Ca – silikat)
   - Piroxen
   - Olivin
   - Melilit
3. Mineral tambahan
   - Hornblenda
   - Biotit
   - Hipersten
Klasifikasi Batuan Piroklastik

Klasifikasi Batuan Piroklastik

KLASIFIKASI BATUAN PIROKLASTIK - Pengklasifikasian terhadap batuan piroklastik ini dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan ukuran butir, menurut “Wentworth” dan ”Fisher”, yaitu : Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Klasifikasi Batuan Sedimen Menurut Fisher dan Wenworth

Klasifikasi Batuan Piroklastik Berdasarkan Kombinasi Ukuran Butirannya Serta Bentuk Butirannya

Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik

Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN PIROKLASTIK - Sub bahasan berikut ini tentang tekstur dan struktur pada batuan piroklastik terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk pendeskripsiannya, antara lain : Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



a. Ukuran Butir
Adalah ukuran dari batuan piroklastik itu sendiri, terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :
- Block (untuk yang berbentuk menyudut) dan Bomb (untuk yang berbentuk membulat) berukuran lebih besar dari 32 mm.
- Lapili yaitu untuk ukuran butiran dari 4 mm – 32 mm diameternya
- Debu yaitu batuan yang lebih kecil dari 4 mm
b. Bentuk butir
Adalah bentuk dan keadaan batuan tersebut, ada beberapa macam yaitu :
- Membulat sempurna, sangat bulat seperti bola.
- Membulat, hampir seperti bola
- Menyudut, yaitu memiliki sudut – sudut pada permukaannya.

c. Kompaksi
Adalah tingkat kekerasan pada batuan piroklastik, ada 2 macam kompaksi yang dikenal dalam piroklastik, yaitu :
- Kompak, permukaannya kuat, keras dan padat.
- Mudah hancur, bila dipegang meninggalkan serbuk pada tangan.

Tekstur  yang umum bisa dijumpai pada tufa adalah :
Pumiceous (Pumisan)
Yaitu hasil erupsi / letusan padat yang sangat vesikuler, porositas sangat tinggi dan bersifat gelasan.
Sindered Tufa
Yaitu proses pengendapan tufa oleh penyatuan bahan – bahan tufa akibat panas dari aliran lava.
Weldered Tufa
Tufa yang selama proses pengendapan pada bagian dalam dari bahan – bahan tufa yang sangat tebal dan masih dalam kondisi panas yang mengakibatkan terjadinya fusi ke seluruh material lepas yang membentuk suatu aliran menyerupai aliran lava.


Batuan Piroklastik

Struktur Batuan Piroklastik
Pada batuan piroklastik yang berbutir kasar maupun halus kita bisa didapatkan struktur – struktur yang seringkali terdapat pada batuan sedimen, seperti perlapisan. Batuan piroklastik yang berbutir halus (tufa) seringkali memperlihatkan tekstur seperti batuan beku lelehan (“Afanitik” dan “Piroklastik”).

Penamaan batuan piroklastik berdasarkan pada butirnya, dikenal 4 jenis yaitu :
Aglomerat
  Ukuran butir lebih besar 32 mm (Bomb)
Breksi Volkanik
  Ukuran butir lebih besar 32 mm (Block)
Tufa Lapili
  Ukuran butir antara 4 – 32 mm
Tufa
  Ukuran butir sangat halus (abu/debu)

Aglomerat
Adalah batuan piroklastik yang mirip dengan konglomerat (batuan sedimen) di dalam tekstur. Perbedaannya terletak pada komposisi, di mana aglomerat terdiri dari fragmen – fragmen volkanik (lava dan piroklastik di antaranya gelas).

Breksi Volkanik
Seperti halnya aglomerat, breksi volkanik juga dibentuk oleh material gunungapi (volknik).

Tufa (Tuff)
Batuan piroklastik yang berukuran halus adalah tufa (tuff). Batuan ini terdiri dari material fragmen kristal / mineral. Berdasarkan pada komponen terbanyak fragmen kristal / mineral yang dikandung, tufa dapat dibedakan atas 3 golongan sebagai berikut :
- Tufa Vitric : Banyak fragmen gelas
- Tufa Kristal : Banyak fragmen kristal
- Tufa Lithik : Banyak fragmen batuan
Deskripsi Batuan Piroklastik

Deskripsi Batuan Piroklastik

DESKRIPSI BATUAN PIROKLASTIK - Sub bahasan berikut ini tentang bagaimana cara untuk membuat deskripi Batuan Piroklastik.
Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik

1.  No. Batuan  :  BP.05/Petrologi/LG
2.  Warna Batuan :  Abu-abu 
3.  Tekstur
4.  Ukuran Butir : Block
5.  Bentuk Butir : Menyudut
6.  Kompaksi  : Kompak
7.  Struktur Batuan : -
8.  Genesa Batuan : Fall Depossive
9.  Jenis Batuan : Piroklastik
10. Nama Batuan  : Block
11. Sketsa Gambar Batuan



Deskripsi Batuan Piroklastik

Februari 03, 2018

Batuan Sedimen

Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN - Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan bahan terlarut hasil dari proses mekanis dan kimia dari batuan yang telah ada sebelumnya.

Proses yang terlibat di sini mencakup penghancuran batuan oleh pelapukan dan erosi atau hasil keduanya, dan pengangkutan hasil tersebut ke tempat di mana diendapkan. Endapan tersebut kemudian terubah oleh proses kompaksi, sementasi menjadi batuan yang padat.

Batuan Sedimen

Proses Yang Mempengaruhi Pembentukan Batuan Sedimen
Dalam  proses pembentukan batuan sedimen di alam dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain :
1. Proses Pelapukan
Proses yang mempengaruhi pembentukan batuan sedimen dari segi kimiawi dan mekanik.
● Segi Kimiawi
  - Proses pelarutan, proses penghancuran oleh reaksi kimia dengan air.
  - Proses dehidrasi yaitu Proses pelepasan molekul air pada mineral, khususnya pada mineral – mineral olivin.
  - Proses karbonisasi yaitu proses pembentukan mineral karbonat yang kaya akan kandungan kalsium.
● Segi Mekanik
  - Pemecahan / pemisahan bahan – bahan batuan asal akibat tingkat perbedaan suhu yang cukup tinggi antara 0º - 50º C.
  - Proses pelapukan ini dikontrol oleh radiasi matahari dengan curah hujan yang sangat rendah.

2. Proses Pengangkutan
Seberapa jauh bahan – bahan atau material – material ditransportasikan, tercermin dari bentuk dan ukuran butir serta kehadiran mineral – mineral yang stabil, tak stabil dan campuran keduanya. Komposisi mineral yang menyusun batuan sedimen yaitu:
a. Mineral tak stabil menunjukkan bahwa material sedimentasi sangat dekat dari sumbernya (batuan asal).
b. Jika tersusun oleh campuran mineral stabil dan mineral tak stabil, berindikasi bahwa material yang terangkut belum terlalu jauh dari sumbernya.
c. Didominasi mineral stabil, mengindikasikan bahwa bahan – bahan tersebut terangkut sebelum diendapkan  transportasi cukup jauh.

3. Proses Pengendapan
Beberapa hal yang terdapat dalam proses pengendapan yaitu antara lain:
a. Proses pemadatan oleh gaya gravitasi
b. Proses pembatuan akibat penekanan yang kontinu, kadar air yang ada di dalam bahan tersebut keluar dari batuan sehingga terbentuk rongga pori kecil.
c. Proses diagenesa yang diikuti penghabluran kembali sebagian material asal (Allogenik) menjadi mineral baru (Autigenik), jika berlangsung kontinu terbentuk batuan sedimen dan batuan malihan.
Beberapa tempat pengendapan batuan sedimen, yaitu :
1. Lingkungan Laut / Marin, ada 3 tempat pengendapan yaitu ;
   ● Laut Dalam
   ● Laut Dangkal
   ● Laut Transisi (Pantai)
2. Lingkungan Darat
   ● Danau
   ● Sungai
   ● Rawa (Swamp)
   ● Gurun
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done