orangtambang.id: Batuan Sedimen
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Batuan Sedimen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batuan Sedimen. Tampilkan semua postingan

Februari 03, 2018

Batuan Sedimen

Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN - Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan bahan terlarut hasil dari proses mekanis dan kimia dari batuan yang telah ada sebelumnya.

Proses yang terlibat di sini mencakup penghancuran batuan oleh pelapukan dan erosi atau hasil keduanya, dan pengangkutan hasil tersebut ke tempat di mana diendapkan. Endapan tersebut kemudian terubah oleh proses kompaksi, sementasi menjadi batuan yang padat.

Batuan Sedimen

Proses Yang Mempengaruhi Pembentukan Batuan Sedimen
Dalam  proses pembentukan batuan sedimen di alam dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain :
1. Proses Pelapukan
Proses yang mempengaruhi pembentukan batuan sedimen dari segi kimiawi dan mekanik.
● Segi Kimiawi
  - Proses pelarutan, proses penghancuran oleh reaksi kimia dengan air.
  - Proses dehidrasi yaitu Proses pelepasan molekul air pada mineral, khususnya pada mineral – mineral olivin.
  - Proses karbonisasi yaitu proses pembentukan mineral karbonat yang kaya akan kandungan kalsium.
● Segi Mekanik
  - Pemecahan / pemisahan bahan – bahan batuan asal akibat tingkat perbedaan suhu yang cukup tinggi antara 0º - 50º C.
  - Proses pelapukan ini dikontrol oleh radiasi matahari dengan curah hujan yang sangat rendah.

2. Proses Pengangkutan
Seberapa jauh bahan – bahan atau material – material ditransportasikan, tercermin dari bentuk dan ukuran butir serta kehadiran mineral – mineral yang stabil, tak stabil dan campuran keduanya. Komposisi mineral yang menyusun batuan sedimen yaitu:
a. Mineral tak stabil menunjukkan bahwa material sedimentasi sangat dekat dari sumbernya (batuan asal).
b. Jika tersusun oleh campuran mineral stabil dan mineral tak stabil, berindikasi bahwa material yang terangkut belum terlalu jauh dari sumbernya.
c. Didominasi mineral stabil, mengindikasikan bahwa bahan – bahan tersebut terangkut sebelum diendapkan  transportasi cukup jauh.

3. Proses Pengendapan
Beberapa hal yang terdapat dalam proses pengendapan yaitu antara lain:
a. Proses pemadatan oleh gaya gravitasi
b. Proses pembatuan akibat penekanan yang kontinu, kadar air yang ada di dalam bahan tersebut keluar dari batuan sehingga terbentuk rongga pori kecil.
c. Proses diagenesa yang diikuti penghabluran kembali sebagian material asal (Allogenik) menjadi mineral baru (Autigenik), jika berlangsung kontinu terbentuk batuan sedimen dan batuan malihan.
Beberapa tempat pengendapan batuan sedimen, yaitu :
1. Lingkungan Laut / Marin, ada 3 tempat pengendapan yaitu ;
   ● Laut Dalam
   ● Laut Dangkal
   ● Laut Transisi (Pantai)
2. Lingkungan Darat
   ● Danau
   ● Sungai
   ● Rawa (Swamp)
   ● Gurun
Klasifikasi Batuan Sedimen

Klasifikasi Batuan Sedimen

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN - Berdasarkan proses pembentukannya secara umum batuan sedimen dibagi atas 2 jenis batuan, yaitu:
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastik yaitu batuan yang berasal dari proses alamiah, yang disebabkan oleh proses – proses seperti :
● Proses Pelapukan, berdasarkan sifatnya terbagi menjadi 2 yaitu :
  - Pelapukan Mekanis
  - Pelapukan Kimiawi
● Proses Pengangkutan
● Proses Pengendapan


Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

Penggolongan Batuan Sedimen

2. Batuan Sedimen Nonklastik
Yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh proses – proses penghabluran dari suatu larutan yang jenuh akan kandungan kimia tertentu akibat suatu hasil penguapan, proses penggantian serta endapan biokimia. Proses yang mengontrol :
● Adanya reaksi – reaksi kimiawi yang berlangsung
● Penghabluran dari larutan jenuh, misal kadar garam tinggi pada suatu danau
● Oleh proses biokimia yang disebabkan oleh aktivitas organisme yang ada pengendapan / pembentukan batuan sedimen organic.
Mineral Penyusun Batuan Sedimen

Mineral Penyusun Batuan Sedimen

MINERAL PENYUSUN BATUAN SEDIMEN - Mineral penyusun batuan sedimen adalah hampir sama dengan mineral – mineral penyusun batuan beku. Hal ini disebabkan oleh karena tidak semua mineral yang terdapat pada batuan beku terubah susunan kimianya, sehingga mineral itu tetap bertahan sampai terselesaikannya kegiatan pengendapan (sedimentasi) pada batuan. Mineral – mineral yang bertahan dan baru itu adalah sebagai berikut :
1. Mineral Kuarsa
Merupakan mineral penting dalam batuan sedimen, kadang – kadang membentuk 90 % dalam batupasir (batupasir kuarsa). Juga penting dalam batulanau (Silt) dan serpih (shale). Kuarsa dapat terjadi dari mineral detritus, tetapi juga dapat terbentuk oleh mineral autigen.

2. Mineral Felspar
Merupakan mineral penting dalam batuan beku, tetapi kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan kuarsa dalam batuan sedimen. Banyak terdapat dalam batuan sedimen sebagai komponen detritus (dalam batupasir); sebagai mineral autigen dalam silt dan serpih, sedikit dalam gamping.


3. Mineral Mika
Mineral mika (Biotit dan Muskovit), terdapat dalam batuan sedimen sebagai klastika atau autigen. Biotit karena kurang stabil dari muskovit, maka jarang diketemukan dalam batuan sedimen, umumnya lapuk menjadi klorit kadang – kadang menjadi glaukonit.


4. Mineral Berat
Terdapat dalam jumlah kecil dalam batuan asalnya (Zircon, garnet, topaz, rutil, magnetit, dan lain – lain). Mineral – mineral ini sebagian dapat tahan terhadap penghancuran pelapukan, abrasi atau proses pelarutan.


5. Mineral Lempung
Merupakan silikat alumina “Hidrated”, berbutir halus (kurang dari 0,005 mm). Dapat terbentuk sebagai lempung residu oleh dekomposisi mineral asal, tetapi juga ditransportasikan dan diendapkan  sebagai sedimen.


6. Oksida besi dan alumina
Merupakan hasil pelapukan dari limonite (merupakan hasil pengerasan gel berbentuk amorf, isotrop dan bentuk ginjal, bitroidal atau bentuk colloform yang lain), Hematite dan Magnetite (terdapat dalam berbagai bentuk, kompak, Colummnar atau seperti tanah), Bauxite (pizolites, kongkresi, amorf), serta Gibbstit (berlembar halus, kongkresi sering terdapat dalam tubuh tanah atau laterit sebagai hasil pelapukan daerah tropis).


7. Mineral – mineral Kimia
Mineral yang lazim sebagai endapan langsung adalah karbonat, di antaranya kalsit, dan dolomit. Kalsit dalam batugamping dapat berbentuk sebagai fragmen atau sebagai semen. Dolomit agak sukar dibedakan dengan kalsit, yang merupakan “Replacement” dari kalsit.


8. Mineral Silika
Dapat berbentuk kuarsa, kalsedon atau opal. Kuarsa yang diendapkan secara kimia dalam batuan sedimen adalah kuarsa yang bertemperatur rendah. Kalsedon dominan dalam rijang, berbentuk serabut dengan susunan atom dari kuarsa. Opal mula – mula merupakan silika amorf.


9. Mineral Silikat
Hanya sedikit yang terbentuk karena pengendapan, kebanyakan terdapat dalam batuan sedimen sebagai residu atau hasil pelapukan. Kedua – duanya ditransportasikan dan diendapkan secara mekanis. Silikat juga terbentuk dalam batuan sedimen setelah pengendapan, misalnya felspar autigen, mika dan klorit.


10.Lain – lain, mineral – mineral lain yang mungkin terdapat dalam sedimen adalah fosfat, sulfida dan halida. Mineral fosfat yang lazim adalah bersifat amorf, masif, oolitis, koloform, atau replacment dari kerang, tulang dan sebagainya.


Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

Mineral Penyusun Batuan Sedimen

Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen

Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN SEDIMEN - Tekstur Batuan Sedimen Pada batuan sedimen tekstur yang dapat dipelajari terutama pada batuan sedimen detritus adalah :
Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

a. Besar Butir (Grain Size)
Besar butir adalah ukuran (diameter dari fragmen) batuan. Skala pembatas yang dipakai adalah “Skala WentWorth”


Batuan Sedimen

b. Pemilahan (Sorting)
Pemilahan adalah tingkat keseragaman besar butir. Istilah yang dipakai adalah :
● Terpilah Baik  : Besar butirnya sama
● Terpilah Buruk : Besar butirnya tidak sama


c. Kebulatan (Roundness)
Kebulatan adalah tingkat kelengkungan dari setiap butiran / fragmen batuan. Istilah yang dipakai adalah :
● Membundar Baik (Well Rounded)
● Membundar (Rounded)
● Membundar tanggung (Sub Rounded)
● Menyudut tanggung (Sub Angular)
● Menyudut (Angular)


d. Kemas (Fabric)
Kemas adalah sifat hubungan antar butir, kesatuannya di dalam satu masa dasar atau di antara semennya. Istilah yang digunakan yaitu :
● Terbuka  : yaitu digunakan untuk butiran yang tidak saling  bersentuhan.
● Tertutup : yaitu digunakan untuk butiran yang saling bersentuhan.


e. Porositas
Porositas adalah perbandingan antara jumlah volume rongga dan volume keseluruhan dari satu batuan. Dalam hal ini dapat dipakai istilah – istilah kwalitatif yang merupakan fungsi daya serap batuan terhadap cairan. Ada 3 jenis porositas :
● Porositas Baik (Good)  : Daya serapnya cepat
● Porositas Sedang (Fair): Daya serapnya biasa saja
● Porositas Buruk (Poor) : Daya serapnya jelek


f. Kekompakan
Yaitu menunjukkan sifat fisik dari batuan. Khususnya pada batuan sedimen akan membantu di dalam deskripsi. Beberapa hal seperti istilah yang dikenal sehubungan dengan kekompakan batuan antara lain:
● Padat :   Apabila tidak terdapat rekahan–rekahan atau bubuk–bubuk
pasir bila kita memegangnya.
● Lunak :   Apabila dipegang tertinggal serbuk – serbuknya di tangan.
● Mudah hancur : Apabila pada permukaan batuannya terdapat rekahan – rekahan hasil pengambilan dari batuan asalnya.


g. Semen dan Masa Dasar
Semen adalah bahan yang mengikat butiran. Semen terbentuk pada saat pembentukan batuan, dapat berupa; silika, karbonat, oksida besi atau mineral lempung.


Masa Dasar (Matrik) adalah masa di mana butiran / fragmen berada dalam satu kesatuan. Masa dasar terbentuk bersama fragmen pada saat sedimentasi, dapat berupa bahan semen atau butiran yang lebih halus.

Struktur Batuan Sedimen
Struktur sedimen termasuk ke dalam struktur primer, yaitu struktur yang terbentuk pada saat pembentukan batuan (pada saat sedimentasi). Beberapa struktur sedimentasi hanya teramati pada satu atau beberapa satuan perlapisan :


a. Perlapisan
Perlapisan dapat ditunjukan oleh perbedaan besar butir atau warna dari bahan penyusunya. Perlapisan beragam dari sangat tipis (laminasi) sampai tebal.


b. Perlapisan Bersusun (Graded Bedding)
Merupakan susunan perlapisan dari butir yang kasar berangsur menjadi halus pada satu satuan perlapisan. Struktur ini dapat dipakai sebagai petunjuk, umumnya butir yang kasar merupakan bagian bawah (bottom) dari lapisan dan yang halus bagian atas (top).


c. Perlapisan Silang Siur (Cross Bedding)
Merupakan bentuk lapisan yang terpotong pada bagian atasnya oleh lapisan berikutnya yang berlainan sudutnya. Lapisan ini terutama terdapat pada batupasir.


d. Gelembur gelombang (Current Ripple)
Bentuk perlapisan bergelombang, seperti berkerut dalam satu lapisan
Deskripsi Batuan Sedimen

Deskripsi Batuan Sedimen

DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN - Dalam mempelajari batuan sedimen yang paling mudah yaitu dengan cara mendeskripsi batuan tersebut, pendeskripsian dilihat dari tekstur dan struktur batuan sedimen yang terlihat oleh mata secara langsung. Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen


Contoh Deskripsi Batuan Sedimen :
1. No. Batuan  BS.3057/LG/Petrologi
2. Warna Batuan  Kuning Kemerah – merahan 
3. Tekstur
   ● Ukuran Butir  : -
   ● Bentuk Butir  : Menyudut
   ● Porositas   : Baik
   ● Pemilahan : Buruk
   ● Kekompakkan : Padat
   ● Kemas : Terbuka
   ● Semen : Karbonat
   ● Matrik  : -
   ● Sifat Butir : Kristalin
   ● Kekerasan Mineral : Tidak Menggores Kaca
   ● Reaksi Hcl  : Bereaksi
4. Struktur Batuan: Jejak
5. Jenis Batuan  : Sedimen Nonklastik
6. Genesa Batuan : Kimiawi
7. Nama Batuan   : Batugamping
8. Sketsa Gambar Batuan 3 D :

Deskripsi Batuan Sedimen
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done