orangtambang.id: Petrologi
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Petrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petrologi. Tampilkan semua postingan

Februari 04, 2018

Batuan Piroklastik

Batuan Piroklastik

BATUAN PIROKLASTIK - Batuan Piroklastik yaitu batuan yang terbentuk dari hasil ledakan gunung api akibat adanya gaya energi geothermal dari dalam bumi. Batuan piroklastik ini belum mengalami proses pengangkutan oleh medium apapun, jadi batuan ini membeku di atas udara pada saat terjadinya letusan pada gunung api yang masih aktif. Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Lain halnya dengan batuan epiklastik, yaitu batuan yang sudah mengalami pengangkutan (transportasi) yang mengakibatkan terjadinya pengikisan pada batuan oleh medium (air dan angin) yang membawanya. Batuan epiklastik ini biasanya terdapat pada tempat – tempat yang rendah seperti lembah – lembah,  sungai – sungai, danau – danau ataupun laut.

Batuan Piroklastik

Proses pembentukan batuan piroklastik diawali dengan meletusnya gunung api, mengeluarkan magma dari dalam bumi diakibatkan dari energi yang sangat besar yaitu gaya endogen dari pusat bumi. Magma yang dikeluarkan oleh gunung itu terhempas ke udara, sehingga magma tersebut membeku dan membentuk gumpalan yang mengeras (yang kemudian disebut batu). Gumpalan tersebut memiliki struktur dan tekstur yang tertentu pula. Sedangkan batu – batu tadi yang telah mengalami proses pengangkutan (transportasi) oleh angin dan air, maka batuan tersebut disebut dengan batuan epiklastik.

Batuan epiklastik ini banyak terdapat di daerah – daerah yang rendah, disebabkan oleh medium yang membawanya ke tempat – tempat yang rendah di sekitar gunung tersebut. Tempat – tempat rendah itu seperti di sungai, danau, laut dan lembah – lembah pegunungan.

Mekanisme pengendapan pada batuan piroklastik yaitu ada 2 macam mekanisme pengendapan, yaitu :
1. Fall Deposit
Endapan piroklastik yang dibentuk oleh jatuhan material halus yang terbawa oleh angin.


2. Flow Deposit
Endapan piroklastik yang diangkut oleh media air di mana terjadi pencampuran dari segala macam ukuran butiran.


Ciri – ciri batuan piroklastik dan batuan epiklastik, yaitu :
1. Batuan Piroklastik
a. Tekstur
   - Menyudut sampai menyudut tanggung
   - Tingkat keseragaman butir penyusun sama
b. Komposisi
   - Material stabil dan tidak stabil
   - Murni disusun oleh bahan – bahan dari letusan gunung api

2. Batuan Epiklastik
a. Tekstur
   - Bentuk butir membulat sampai membulat tanggung
   - Ukuran butir bervariasi
b. Komposisi
   - Bahan – bahan relatif stabil
   - Hasil pengangkutan dengan material sedimen lainnya.
Mineral Penyusun Batuan Piroklastik

Mineral Penyusun Batuan Piroklastik


MINERAL PENYUSUN BATUAN PIROKLASTIK - Mineral penyusun batuan piroklastik ini adalah sama persis dengan mineral–mineral pembentuk batuan beku.  Ini disebabkan karena zat asal dari kedua batuan ini adalah sama yaitu magma. Yang membedakan antara batuan beku dan batuan piroklastik adalah butirannya, kalau pada batuan beku merupakan campuran dari beberapa butir, sedangkan batuan piroklastik itu adalah merupakan satu kesatuan butiran. Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Mineral Batuan Piroklastik

Jadi, batuan piroklastik itu adalah merupakan butirannya itu juga. Beberapa mineral penyusun batuan piroklastik dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
1. Mineral Sialis
   - Mineral Kuarsa
   - Mineral Felspar (Na, Ca & K – Felspar)
   - Felspatoid (Jika kondisi larutan magma kurang jenuh)
2. Mineral Femis (Mineral yang kaya akan kandungan ikatan Fe – Mg silikat dan terkadang disusul dengan Ca – silikat)
   - Piroxen
   - Olivin
   - Melilit
3. Mineral tambahan
   - Hornblenda
   - Biotit
   - Hipersten
Klasifikasi Batuan Piroklastik

Klasifikasi Batuan Piroklastik

KLASIFIKASI BATUAN PIROKLASTIK - Pengklasifikasian terhadap batuan piroklastik ini dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan ukuran butir, menurut “Wentworth” dan ”Fisher”, yaitu : Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Klasifikasi Batuan Sedimen Menurut Fisher dan Wenworth

Klasifikasi Batuan Piroklastik Berdasarkan Kombinasi Ukuran Butirannya Serta Bentuk Butirannya

Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik

Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN PIROKLASTIK - Sub bahasan berikut ini tentang tekstur dan struktur pada batuan piroklastik terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk pendeskripsiannya, antara lain : Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



a. Ukuran Butir
Adalah ukuran dari batuan piroklastik itu sendiri, terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :
- Block (untuk yang berbentuk menyudut) dan Bomb (untuk yang berbentuk membulat) berukuran lebih besar dari 32 mm.
- Lapili yaitu untuk ukuran butiran dari 4 mm – 32 mm diameternya
- Debu yaitu batuan yang lebih kecil dari 4 mm
b. Bentuk butir
Adalah bentuk dan keadaan batuan tersebut, ada beberapa macam yaitu :
- Membulat sempurna, sangat bulat seperti bola.
- Membulat, hampir seperti bola
- Menyudut, yaitu memiliki sudut – sudut pada permukaannya.

c. Kompaksi
Adalah tingkat kekerasan pada batuan piroklastik, ada 2 macam kompaksi yang dikenal dalam piroklastik, yaitu :
- Kompak, permukaannya kuat, keras dan padat.
- Mudah hancur, bila dipegang meninggalkan serbuk pada tangan.

Tekstur  yang umum bisa dijumpai pada tufa adalah :
• Pumiceous (Pumisan)
Yaitu hasil erupsi / letusan padat yang sangat vesikuler, porositas sangat tinggi dan bersifat gelasan.
• Sindered Tufa
Yaitu proses pengendapan tufa oleh penyatuan bahan – bahan tufa akibat panas dari aliran lava.
• Weldered Tufa
Tufa yang selama proses pengendapan pada bagian dalam dari bahan – bahan tufa yang sangat tebal dan masih dalam kondisi panas yang mengakibatkan terjadinya fusi ke seluruh material lepas yang membentuk suatu aliran menyerupai aliran lava.


Batuan Piroklastik

Struktur Batuan Piroklastik
Pada batuan piroklastik yang berbutir kasar maupun halus kita bisa didapatkan struktur – struktur yang seringkali terdapat pada batuan sedimen, seperti perlapisan. Batuan piroklastik yang berbutir halus (tufa) seringkali memperlihatkan tekstur seperti batuan beku lelehan (“Afanitik” dan “Piroklastik”).

Penamaan batuan piroklastik berdasarkan pada butirnya, dikenal 4 jenis yaitu :
• Aglomerat
  Ukuran butir lebih besar 32 mm (Bomb)
• Breksi Volkanik
  Ukuran butir lebih besar 32 mm (Block)
• Tufa Lapili
  Ukuran butir antara 4 – 32 mm
• Tufa
  Ukuran butir sangat halus (abu/debu)

Aglomerat
Adalah batuan piroklastik yang mirip dengan konglomerat (batuan sedimen) di dalam tekstur. Perbedaannya terletak pada komposisi, di mana aglomerat terdiri dari fragmen – fragmen volkanik (lava dan piroklastik di antaranya gelas).

Breksi Volkanik
Seperti halnya aglomerat, breksi volkanik juga dibentuk oleh material gunungapi (volknik).

Tufa (Tuff)
Batuan piroklastik yang berukuran halus adalah tufa (tuff). Batuan ini terdiri dari material fragmen kristal / mineral. Berdasarkan pada komponen terbanyak fragmen kristal / mineral yang dikandung, tufa dapat dibedakan atas 3 golongan sebagai berikut :
- Tufa Vitric : Banyak fragmen gelas
- Tufa Kristal : Banyak fragmen kristal
- Tufa Lithik : Banyak fragmen batuan
Deskripsi Batuan Piroklastik

Deskripsi Batuan Piroklastik

DESKRIPSI BATUAN PIROKLASTIK - Sub bahasan berikut ini tentang bagaimana cara untuk membuat deskripi Batuan Piroklastik.
Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik

1.  No. Batuan  :  BP.05/Petrologi/LG
2.  Warna Batuan :  Abu-abu 
3.  Tekstur
4.  Ukuran Butir : Block
5.  Bentuk Butir : Menyudut
6.  Kompaksi  : Kompak
7.  Struktur Batuan : -
8.  Genesa Batuan : Fall Depossive
9.  Jenis Batuan : Piroklastik
10. Nama Batuan  : Block
11. Sketsa Gambar Batuan



Deskripsi Batuan Piroklastik

Februari 03, 2018

Batuan Sedimen

Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN - Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan bahan terlarut hasil dari proses mekanis dan kimia dari batuan yang telah ada sebelumnya.

Proses yang terlibat di sini mencakup penghancuran batuan oleh pelapukan dan erosi atau hasil keduanya, dan pengangkutan hasil tersebut ke tempat di mana diendapkan. Endapan tersebut kemudian terubah oleh proses kompaksi, sementasi menjadi batuan yang padat.

Batuan Sedimen

Proses Yang Mempengaruhi Pembentukan Batuan Sedimen
Dalam  proses pembentukan batuan sedimen di alam dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain :
1. Proses Pelapukan
Proses yang mempengaruhi pembentukan batuan sedimen dari segi kimiawi dan mekanik.
● Segi Kimiawi
  - Proses pelarutan, proses penghancuran oleh reaksi kimia dengan air.
  - Proses dehidrasi yaitu Proses pelepasan molekul air pada mineral, khususnya pada mineral – mineral olivin.
  - Proses karbonisasi yaitu proses pembentukan mineral karbonat yang kaya akan kandungan kalsium.
● Segi Mekanik
  - Pemecahan / pemisahan bahan – bahan batuan asal akibat tingkat perbedaan suhu yang cukup tinggi antara 0º - 50º C.
  - Proses pelapukan ini dikontrol oleh radiasi matahari dengan curah hujan yang sangat rendah.

2. Proses Pengangkutan
Seberapa jauh bahan – bahan atau material – material ditransportasikan, tercermin dari bentuk dan ukuran butir serta kehadiran mineral – mineral yang stabil, tak stabil dan campuran keduanya. Komposisi mineral yang menyusun batuan sedimen yaitu:
a. Mineral tak stabil menunjukkan bahwa material sedimentasi sangat dekat dari sumbernya (batuan asal).
b. Jika tersusun oleh campuran mineral stabil dan mineral tak stabil, berindikasi bahwa material yang terangkut belum terlalu jauh dari sumbernya.
c. Didominasi mineral stabil, mengindikasikan bahwa bahan – bahan tersebut terangkut sebelum diendapkan  transportasi cukup jauh.

3. Proses Pengendapan
Beberapa hal yang terdapat dalam proses pengendapan yaitu antara lain:
a. Proses pemadatan oleh gaya gravitasi
b. Proses pembatuan akibat penekanan yang kontinu, kadar air yang ada di dalam bahan tersebut keluar dari batuan sehingga terbentuk rongga pori kecil.
c. Proses diagenesa yang diikuti penghabluran kembali sebagian material asal (Allogenik) menjadi mineral baru (Autigenik), jika berlangsung kontinu terbentuk batuan sedimen dan batuan malihan.
Beberapa tempat pengendapan batuan sedimen, yaitu :
1. Lingkungan Laut / Marin, ada 3 tempat pengendapan yaitu ;
   ● Laut Dalam
   ● Laut Dangkal
   ● Laut Transisi (Pantai)
2. Lingkungan Darat
   ● Danau
   ● Sungai
   ● Rawa (Swamp)
   ● Gurun
Klasifikasi Batuan Sedimen

Klasifikasi Batuan Sedimen

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN - Berdasarkan proses pembentukannya secara umum batuan sedimen dibagi atas 2 jenis batuan, yaitu:
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastik yaitu batuan yang berasal dari proses alamiah, yang disebabkan oleh proses – proses seperti :
● Proses Pelapukan, berdasarkan sifatnya terbagi menjadi 2 yaitu :
  - Pelapukan Mekanis
  - Pelapukan Kimiawi
● Proses Pengangkutan
● Proses Pengendapan


Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

Penggolongan Batuan Sedimen

2. Batuan Sedimen Nonklastik
Yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh proses – proses penghabluran dari suatu larutan yang jenuh akan kandungan kimia tertentu akibat suatu hasil penguapan, proses penggantian serta endapan biokimia. Proses yang mengontrol :
● Adanya reaksi – reaksi kimiawi yang berlangsung
● Penghabluran dari larutan jenuh, misal kadar garam tinggi pada suatu danau
● Oleh proses biokimia yang disebabkan oleh aktivitas organisme yang ada pengendapan / pembentukan batuan sedimen organic.
Mineral Penyusun Batuan Sedimen

Mineral Penyusun Batuan Sedimen

MINERAL PENYUSUN BATUAN SEDIMEN - Mineral penyusun batuan sedimen adalah hampir sama dengan mineral – mineral penyusun batuan beku. Hal ini disebabkan oleh karena tidak semua mineral yang terdapat pada batuan beku terubah susunan kimianya, sehingga mineral itu tetap bertahan sampai terselesaikannya kegiatan pengendapan (sedimentasi) pada batuan. Mineral – mineral yang bertahan dan baru itu adalah sebagai berikut :
1. Mineral Kuarsa
Merupakan mineral penting dalam batuan sedimen, kadang – kadang membentuk 90 % dalam batupasir (batupasir kuarsa). Juga penting dalam batulanau (Silt) dan serpih (shale). Kuarsa dapat terjadi dari mineral detritus, tetapi juga dapat terbentuk oleh mineral autigen.

2. Mineral Felspar
Merupakan mineral penting dalam batuan beku, tetapi kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan kuarsa dalam batuan sedimen. Banyak terdapat dalam batuan sedimen sebagai komponen detritus (dalam batupasir); sebagai mineral autigen dalam silt dan serpih, sedikit dalam gamping.


3. Mineral Mika
Mineral mika (Biotit dan Muskovit), terdapat dalam batuan sedimen sebagai klastika atau autigen. Biotit karena kurang stabil dari muskovit, maka jarang diketemukan dalam batuan sedimen, umumnya lapuk menjadi klorit kadang – kadang menjadi glaukonit.


4. Mineral Berat
Terdapat dalam jumlah kecil dalam batuan asalnya (Zircon, garnet, topaz, rutil, magnetit, dan lain – lain). Mineral – mineral ini sebagian dapat tahan terhadap penghancuran pelapukan, abrasi atau proses pelarutan.


5. Mineral Lempung
Merupakan silikat alumina “Hidrated”, berbutir halus (kurang dari 0,005 mm). Dapat terbentuk sebagai lempung residu oleh dekomposisi mineral asal, tetapi juga ditransportasikan dan diendapkan  sebagai sedimen.


6. Oksida besi dan alumina
Merupakan hasil pelapukan dari limonite (merupakan hasil pengerasan gel berbentuk amorf, isotrop dan bentuk ginjal, bitroidal atau bentuk colloform yang lain), Hematite dan Magnetite (terdapat dalam berbagai bentuk, kompak, Colummnar atau seperti tanah), Bauxite (pizolites, kongkresi, amorf), serta Gibbstit (berlembar halus, kongkresi sering terdapat dalam tubuh tanah atau laterit sebagai hasil pelapukan daerah tropis).


7. Mineral – mineral Kimia
Mineral yang lazim sebagai endapan langsung adalah karbonat, di antaranya kalsit, dan dolomit. Kalsit dalam batugamping dapat berbentuk sebagai fragmen atau sebagai semen. Dolomit agak sukar dibedakan dengan kalsit, yang merupakan “Replacement” dari kalsit.


8. Mineral Silika
Dapat berbentuk kuarsa, kalsedon atau opal. Kuarsa yang diendapkan secara kimia dalam batuan sedimen adalah kuarsa yang bertemperatur rendah. Kalsedon dominan dalam rijang, berbentuk serabut dengan susunan atom dari kuarsa. Opal mula – mula merupakan silika amorf.


9. Mineral Silikat
Hanya sedikit yang terbentuk karena pengendapan, kebanyakan terdapat dalam batuan sedimen sebagai residu atau hasil pelapukan. Kedua – duanya ditransportasikan dan diendapkan secara mekanis. Silikat juga terbentuk dalam batuan sedimen setelah pengendapan, misalnya felspar autigen, mika dan klorit.


10.Lain – lain, mineral – mineral lain yang mungkin terdapat dalam sedimen adalah fosfat, sulfida dan halida. Mineral fosfat yang lazim adalah bersifat amorf, masif, oolitis, koloform, atau replacment dari kerang, tulang dan sebagainya.


Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

Mineral Penyusun Batuan Sedimen

Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen

Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN SEDIMEN - Tekstur Batuan Sedimen Pada batuan sedimen tekstur yang dapat dipelajari terutama pada batuan sedimen detritus adalah :
Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

a. Besar Butir (Grain Size)
Besar butir adalah ukuran (diameter dari fragmen) batuan. Skala pembatas yang dipakai adalah “Skala WentWorth”


Batuan Sedimen

b. Pemilahan (Sorting)
Pemilahan adalah tingkat keseragaman besar butir. Istilah yang dipakai adalah :
● Terpilah Baik  : Besar butirnya sama
● Terpilah Buruk : Besar butirnya tidak sama


c. Kebulatan (Roundness)
Kebulatan adalah tingkat kelengkungan dari setiap butiran / fragmen batuan. Istilah yang dipakai adalah :
● Membundar Baik (Well Rounded)
● Membundar (Rounded)
● Membundar tanggung (Sub Rounded)
● Menyudut tanggung (Sub Angular)
● Menyudut (Angular)


d. Kemas (Fabric)
Kemas adalah sifat hubungan antar butir, kesatuannya di dalam satu masa dasar atau di antara semennya. Istilah yang digunakan yaitu :
● Terbuka  : yaitu digunakan untuk butiran yang tidak saling  bersentuhan.
● Tertutup : yaitu digunakan untuk butiran yang saling bersentuhan.


e. Porositas
Porositas adalah perbandingan antara jumlah volume rongga dan volume keseluruhan dari satu batuan. Dalam hal ini dapat dipakai istilah – istilah kwalitatif yang merupakan fungsi daya serap batuan terhadap cairan. Ada 3 jenis porositas :
● Porositas Baik (Good)  : Daya serapnya cepat
● Porositas Sedang (Fair): Daya serapnya biasa saja
● Porositas Buruk (Poor) : Daya serapnya jelek


f. Kekompakan
Yaitu menunjukkan sifat fisik dari batuan. Khususnya pada batuan sedimen akan membantu di dalam deskripsi. Beberapa hal seperti istilah yang dikenal sehubungan dengan kekompakan batuan antara lain:
● Padat :   Apabila tidak terdapat rekahan–rekahan atau bubuk–bubuk
pasir bila kita memegangnya.
● Lunak :   Apabila dipegang tertinggal serbuk – serbuknya di tangan.
● Mudah hancur : Apabila pada permukaan batuannya terdapat rekahan – rekahan hasil pengambilan dari batuan asalnya.


g. Semen dan Masa Dasar
Semen adalah bahan yang mengikat butiran. Semen terbentuk pada saat pembentukan batuan, dapat berupa; silika, karbonat, oksida besi atau mineral lempung.


Masa Dasar (Matrik) adalah masa di mana butiran / fragmen berada dalam satu kesatuan. Masa dasar terbentuk bersama fragmen pada saat sedimentasi, dapat berupa bahan semen atau butiran yang lebih halus.

Struktur Batuan Sedimen
Struktur sedimen termasuk ke dalam struktur primer, yaitu struktur yang terbentuk pada saat pembentukan batuan (pada saat sedimentasi). Beberapa struktur sedimentasi hanya teramati pada satu atau beberapa satuan perlapisan :


a. Perlapisan
Perlapisan dapat ditunjukan oleh perbedaan besar butir atau warna dari bahan penyusunya. Perlapisan beragam dari sangat tipis (laminasi) sampai tebal.


b. Perlapisan Bersusun (Graded Bedding)
Merupakan susunan perlapisan dari butir yang kasar berangsur menjadi halus pada satu satuan perlapisan. Struktur ini dapat dipakai sebagai petunjuk, umumnya butir yang kasar merupakan bagian bawah (bottom) dari lapisan dan yang halus bagian atas (top).


c. Perlapisan Silang Siur (Cross Bedding)
Merupakan bentuk lapisan yang terpotong pada bagian atasnya oleh lapisan berikutnya yang berlainan sudutnya. Lapisan ini terutama terdapat pada batupasir.


d. Gelembur gelombang (Current Ripple)
Bentuk perlapisan bergelombang, seperti berkerut dalam satu lapisan
Deskripsi Batuan Sedimen

Deskripsi Batuan Sedimen

DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN - Dalam mempelajari batuan sedimen yang paling mudah yaitu dengan cara mendeskripsi batuan tersebut, pendeskripsian dilihat dari tekstur dan struktur batuan sedimen yang terlihat oleh mata secara langsung. Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen


Contoh Deskripsi Batuan Sedimen :
1. No. Batuan  BS.3057/LG/Petrologi
2. Warna Batuan  Kuning Kemerah – merahan 
3. Tekstur
   ● Ukuran Butir  : -
   ● Bentuk Butir  : Menyudut
   ● Porositas   : Baik
   ● Pemilahan : Buruk
   ● Kekompakkan : Padat
   ● Kemas : Terbuka
   ● Semen : Karbonat
   ● Matrik  : -
   ● Sifat Butir : Kristalin
   ● Kekerasan Mineral : Tidak Menggores Kaca
   ● Reaksi Hcl  : Bereaksi
4. Struktur Batuan: Jejak
5. Jenis Batuan  : Sedimen Nonklastik
6. Genesa Batuan : Kimiawi
7. Nama Batuan   : Batugamping
8. Sketsa Gambar Batuan 3 D :

Deskripsi Batuan Sedimen
Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf

Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN METAMORF – Pembahasan mengenai tekstur pada batuan metamorf dikenal berbagai macam istilah, yaitu :
• Lepidoblastik
Memeperlihatkan orientasi yang dibentuk oleh kesejajaran mineral – mineral pipih, seperti : mika dan klorit.
• Nematoblastik
Memperlihatkan orientasi yang dibentuk oleh kesejajaran mineral – mineral tabular, prismatik, meniang dan lain – lain, seperti : Sillimanit Piroksen, Amfibol dan lain – lain.
• Granoblastik


Memperlihatkan susunan yang terdiri dari mineral berbutir dengan dimensi yang sama (Equidimentional). Dari 3 bentuk umum tekstur yang ada pada batuan metamorf, dapat dikelompokkan menjadi 2 tekstur, yaitu :
1. Heteroblastik
Suatu tekstur batuan metamorf yang memperlihatkan lebih dari satu macam bentuk tekstur metamorf, seperti : Lepidoblastik, Nematoblastik dan Granoblastik.
2. Homeoblastik
Suatu tekstur batuan metamorf yang memperlihatkan satu macam bentuk tekstur metamorf, seperti : Lepidoblastik, Nematoblastik dan Granoblastik.
Tekstur Khusus

Pada batuan metamorf tidak hanya tekstur umum yang ada, tetapi memiliki tekstur khusus pada batuannya :
1. Porfiroblastik
Tekstur yang mempunyai bentuk yang hampir sama dengan tekstur porfiritik pada batuan beku. Memperlihatkan adanya butir kristal yang besar (Porfiroblast) di dalam masa dasar yang terdiri dari kristal – kristal yang lebih halus.
2. Blastoporfiritik
Hampir sama dengan porfiroblastik dengan perbedaan terletak pada kejadiannya. Blastoporfiritik berarti merupakan tekstur sisa dari batuan sebelumnya.
3. Idioblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal euhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.
4. Xenoblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal anhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.
5. Sub - Idioblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal subhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.

Struktur Batuan Metamorf
Struktur pada batuan metamorf secara umum dibagi menjadi 2 macam struktur, yaitu :
1.Foliasi
Yaitu struktur paralel yang timbul oleh mineral – mineral  pipih sebagai akibat proses dari metamorfisme. Foliasi ini bisa diperlihatkan oleh mineral – mineral prismatik yang menunjukkan orientasi tertentu.
2.NonFoliasi
Yaitu Struktur yang dibentuk oleh mineral yang equidimensional,  terdiri dari butiran – butiran (granular) yang dapat dijumpai pada batuan metamorf hornfels dihasilkan oleh metamorfosa thermal.

Batuan Metamorf

Pada struktur Foliasi dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis struktur :
a. Slaty Claveage
Struktur khas pada batuan sabak (slato), memperlihatkan foliasi/tetapi belum terlihat adanya “segregation bedding” (perlapisan akibat pemisahan dari macam – macam mineral).
b. Granulose/hornfels
Struktur yang memperlihatkan susunan mineral yang berbentuk butiran (granular). Yang biasanya mempunyai dimensi sama (equidimentional) dengan batas butiran bergerigi atau tidak.
c. Filonitik
Gejala dan kenampakan yang sama dengan milonitik, dimana sudah terjadi rekristalisasi dan menunjukkan kilap silky (sutera).
d. Phylitic
Struktur yang khas untuk batuan filit, foliasinya lebih sempurna dari sabak dimana “segregation bedding” sudah terlihat tetapi belum sempurna.
e. Schistosity
Struktur foliasi yang menerus, (Closeschisity) terbentuk antara lain karena perulangan perlapisan antara mineral – mineral pipih dengan mineral – mineral berbutir, “Segregation bedding” sudah sempurna.
f. Gneistose
Struktur akibat perulangan mineral pipih dengan mineral equigranular, orientasi mineral pipih terputus – putus (tidak menerus) oleh mineral granular biasa disebut open scjiestose.
g. Milonitik
Memperlihatkan gejala hancuran dimana terlihat adanya fragmen yang lebih besar dikelilingi oleh material halus yang memperlihatkan foliasi.
Mineral Penyusun Batuan Metamorf

Mineral Penyusun Batuan Metamorf

MINERAL PENYUSUN BATUAN METAMORF - Mineral penyusun pada batuan metamorf mempunyai komposisi hampir sama dengan komposisi pada batuan asalnya (mineral batuan beku dan batuan sedimen), mineral – mineral tersebut, seperti :
1. Kuarsa
2. Albit
3. Ortoklas
4. Biotit
5. Hornblenda
6. Kalsit
7. Dolomit


Lihat juga post terkait tentang Batuan Metamorf dibawah ini :
- Batuan Metamorf
- Mineral Penyusun Batuan Metamorf
- Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf
- Deskripsi Batuan Metamorf


Mineral Penyusun Batuan Metamorf

Selain mineral – mineral tersebut di atas, pada batuan metamorf ditemukan juga mineral – mineral khusus yang hanya dimiliki oleh batuan metamorf, seperti :
1. Silimanit ( Regional )
2. Kyanit ( Regional )
3. Andalusit ( Regional )
4. Garnet ( Thermal )
5. Staurolit ( Regional )
6. Clhorite ( Kimiawi )
8.  Talk ( Regional )
9. Korundum ( Thermal )
10. Grafit ( Regional dan Thermal )
11. Wollastonit ( Thermal dan Kimiawi )pidot ( Kimiawi )
Deskripsi Batuan Metamorf

Deskripsi Batuan Metamorf

DESKRIPSI BATUAN METAMORF - Berikut ini cara untuk membuat deskripsi dari jenis Batuan Metamorf sebagai berikut :
1. Nomor Batuan : BM 67/LG/PETRO
2. Warna Batuan : Hitam kecoklatan agak merah
3. Tekstur Batuan : Homeoblastik (Lepidoblastik)
4. Struktur Batuan : NonFoliasi
5. Komposisi : Ortoklas, Plagioklas, Kuarsa dan Muskovit
6. Proses Metamorfisme : Metamorf Thermal
7. Nama Batuan : Batu Tanduk
8. Sketsa Gambar :


Lihat juga post terkait tentang Batuan Metamorf dibawah ini :
- Batuan Metamorf
- Mineral Penyusun Batuan Metamorf
- Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf
- Deskripsi Batuan Metamorf
 

Batuan Metamorf

deskripsi batuan metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

BATUAN METAMORF – Batuan Metamorf adalah suatu proses pengubahan batuan akibat perubahan tekanan (P), temperatur (T) atau kedua – duanya. Proses metamorfosa merupakan suatu proses isokimia dimana tidak terjadi penambahan unsur – unsur kimia. Lihat juga post terkait tentang Batuan Metamorf dibawah ini :
- Batuan Metamorf
- Mineral Penyusun Batuan Metamorf
- Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf
- Deskripsi Batuan Metamorf


Temperatur terjadinya berkisar antara 200 0 – 800 oC. Proses metamorfosa berjalan tanpa melalui fasa cair. Akibat metamorfosa batuan keluar dari keseimbangan lama dan memasuki keseimbangan yang baru. Dalam metamorfosa yang berubah adalah tekstur dan asosiasi mineral, sedangkan yang tetap adalah komposisi kimia padat (tanpa melalui fasa cair). Tekstur batuan metamorf selalu merefleksikan sejarah pembentukannya.

Batuan Metamorf

Ditinjau dari perubahan P & T, dikenal ; (a) progressive metamorphisme adalah perubahan dari P & T rendah ke P & T tinggi, dan (b) Retrogressive metamorphisme adalah perubahan dari P & T tinggi ke P & T rendah.
Kondisi fisik yang mengontrol proses metamorfosa / rekristalisasi dan tekstur mineral :
1.Tekanan

Tekanan terbagi menjadi 2, yakni tekanan hidrostatis dan tekanan searah (Stress). Berdasarkan dua hal ini maka dikenal 2 kelompok mineral, yaitu :
● Stress mineral yaitu mineral – mineral yang tahan terhadap tekanan, contoh : Staurolit dan kianit.
● Anti – Stress mineral yaitu mineral – mineral yang tidak sering dijumpai pada batuan yang mengalami stress, contoh : Olivin dan Andalusit.


2.Temperatur
Pada umumnya perubahan temperatur jauh lebih efektif dari pada perubahan tekanan dalam hal pengaruh bagi perubahan mineralogy.

Februari 01, 2018

Tekstur Batuan Beku

Tekstur Batuan Beku

TEKSTUR BATUAN BEKU - Tekstur adalah sifat butiran (mineral) dan hubungan antar butir dalam batuan. Tekstur pada batuan beku terbagi menjadi beberapa bagian dimana bagian tersebut mempunyai beberapa unsur penyusun yang dapat menunjukkan ciri dan sifat tertentu.

Tekstur batuan beku meliputi :
1. Derajat Kristalisasi
Yaitu perbandingan antara batuan yang kristalin dan nonkristalin (Amorf). Macam – macam kristalinitas batuan adalah :
Holokristalin; terdiri dari kristal seluruhnya
- Hypokristalin; terdiri dari kristal dan amorf
- Holohyalin; seluruhnya terdiri dari amorf (non kristalin).


2. Besar Butir (kristal)
Phaneric, butiran yang dapat dilihat secara mata telanjang. Terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
• Kasar    : butir yang berukuran > 5 mm
• Sedang : butir yang berukuran 3 – 5 mm
• Halus    : butir yang berukuran  1 – 3 mm
• Afanitik (Aphanitic), butiran yang tidak terlihat secara jelas. Di mana  mempunyai ukuran butir < 1 mm (Fine grain/Halus).
• Mikrokristalin

Butirannya sangat kecil hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.
• Kriptokristalin 

Ukuran butirnya lebih halus dibandingkan dengan mikrokristalin.
• Amorf   

Butiran penyusunnya berupa gelas halus menyeluruh.
Ukuran besar butir berhubungan dengan cepat – lambatnya pembekuan. Umumnya batuan lelehan (Extrusif) membeku cepat (berbutir sangat halus); sedangkan lava termasuk batuan beku ekstrusif yang mengalir di permukaan, oleh sebab itu lava menunjukkan struktur lubang-lubang gas (struktur vesikuler) pada permukaan bagian luarnya.


Tekstur Batuan Beku


Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku


Jika lubang-lubang gas tersebut terisi oleh mineral lain disebut sebagai struktur amigdaloid. Apabila pembekuan tersebut berjalan sangat cepat, maka akan terbentuk gelas (amorf), misalnya obsidian. Ini terjadi karena pendinginan yang terlalu cepat, sehingga larutan mineral tidak sempat menghablur.

3. Bentuk Kristal
Tidak semua batuan membentuk kristal yang sempurna. Pengamatan di bawah mikroskop dapat membedakan bentuk–bentuk sebagai berikut :
• Euhedral : Bentuk kristal yang sempurna
• Subhedral : Sebagian Sisi – sisi kristal tidak baik
• Anhedral : Bentuk Sisi – sisi kristal tak baik
Bentuk – bentuk ini juga dipengaruhi oleh pengubahan (alterasi) menjadi mineral lain.


4. Hubungan Antar Butir
Yang dimaksud butiran di sini adalah bentuk-bentuk kristal dari mineral pembentuk batuan beku. Hubungan butir pada batuan beku dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
• Equigranular : Butiran yang mempunyai ukuran yang seragam
• Inequigranular: Butiran yang mempunyai ukuran tidak seragam

Pada ukuran butir yang tidak seragam, dikenal tekstur – tekstur :
• Porfiritik (Porphyritic)
Yaitu tekstur yang memperlihatkan adanya butiran yang besar (fenokris), berada di dalam masa dasar (matrix) yang lebih halus.
• Vitrofirik
Yaitu tekstur yang hampir sama dengan Porfiritik, tetapi masa dasarnya berupa gelas (amorf)


5. Kemas /Fabric
Yaitu suatu keseragaman bentuk butir dari pada hubungan butir, kemas/fabric ini hanya dapat digunakan untuk batuan yang bertekstur equigranular (butirannya relatif berukuran sama). Macam – macam kemas adalah :
• Panidiomophic Granular yaitu kalau seluruhnya terdiri dari kristal – kristal yang subhedral (dominan).
• Hypiodiomorfic Granular yaitu terdiri dari kristal – kristal yang euhedral (dominan).
• Allotriomorfic Granular yaitu terdiri dari kristal – kristal yang anhedral (dominan).

Tekstur khusus pada batuan beku dikenal beberapa istilah yaitu :
• Pumice yaitu tekstur batuan beku yang tersusun oleh vesikuler yang sangat intensif
• Skoria yaitu tekstrur batuan beku sebagai pengembangan dari tekstur vesikuler intensif dengan serat yang sangat kasar.
• Sferolitik yaitu tesktur dari tubuh batuan yang berbentuk sferik dari mineral – mineral sferik.
• Grafit yaitu tekstur yang terbentuk dari intergrowth antara kuarsa dan granit.

Deskripsi Batuan Beku

Deskripsi Batuan Beku

DESKRIPSI BATUAN BEKU - Dalam langkah pendeskripsian batuan beku, untuk dapat menetukan jenis dari pada batuan beku tersebut kita harus memperhatikan beberapa hal, seperti :
Contoh Deskripsi batuan beku
1.Nomor  Batuan :  M. 2692
2.Warna Batuan  : Hitam
3.Tekstur Batuan :
- Derajat Kristalisasi  : Holokristalin
- Kemas  : Panidiomorfic
- Granularitas  : Phaneric
4.Tekstur Khusus : -
5.Struktur : Massive
6.Genesa  : Intrusif
7.Komposisi Mineral : Piroksen dan Plagioklas
8.Jenis Batuan  : Beku Basa
9.Nama Batuan : Basalt
10.Sketsa Batuan 3 Dimensi :


Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku


Tekstur dan Warna Batuan Beku
Flow Chart identifikasi Bantuan Beku berdasarkan Tekstur dan Warna


Flow Chart identifikasi Bantuan Beku Phaneritic berdasarkan Komposisi
Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku

Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku

KLASIFIKASI DAN MINERAL PENYUSUN BATUAN BEKU - Klasifikasi pembentuk batuan beku dapat dibedakan menjadi tiga yang dikelompokkan menurut beberapa unsur, baik berdasarkan genesanya. mineral maupun komposisi fisiknya.

Klasifikasi Berdasarkan Ganesa
Menurut genesanya, batuan beku dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
- Batuan Beku Intrusif
Yaitu batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi, batuan jenis ini biasanya membentuk kristal yang sempurna dan tekstur kristal kasar: granit ,granodiorit,  syenit,  diorit dan gabro. Kelompok ini sering disebut juga sebagai batuan Plutonik.
- Batuan Beku Ekstrusif
Yaitu batuan beku yang terbentuk (membeku) di luar permukaan bumi, batuan jenis ini umumnya bertekstur dan struktur yang halus dan berjejak – jejak  pada permukaannya, seperti : Basalt, Andesit, Diorit dan lain – lain.

Klasifikasi Berdasarkan Sifat Fisik
Menurut sifat fisiknya, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi 4 macam batuan beku, yaitu (lihat table dan gambar di) di bawah ini :


Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku



Klasifikasi pembentuk batuan baku berdasarkan unsur mineral.
Mineral Utama
Mineral Utama adalah mineral yang terbentuk dari kristalisasi magma, biasanya hadir dalam jumlah yang cukup banyak dan menentukan nama atau sifat batuan.
Contoh : Kwarsa, Plagioklas, Ortoklas, Olivin, Piroksen, Amfibol, Mika dan Felspatoid.
Mineral Tambahan
Mineral tambahan yaitu merupakan mineral hasil kristalisasi magma, tetapi kehadirannya relatif sedikit (kurang dari 5%) dan tidak menentukan nama/sifat batuan. Umumnya berbentuk mineral berat.
Contoh : Apatit, Zirkon, Magnetit, Hematit, Rutil dan lain – lain.
Mineral SekunderMineral sekunder adalah mineral yang merupakan hasil ubahan dari mineral – mineral primer, proses ubahan tersebut antara lain karena pelapukan, sirkulasi larutan sisa magma karena metamorfosis.
Contoh : Klorit, Kalsit, Serisit, Kaolin, Epidot.

Struktur Batuan Beku

Struktur Batuan Beku

STRUKTUR BATUAN BEKU - Struktur adalah gambaran bentuk arsitektur dan hubungan dari keadaan tekstur di dalam batuan. Pada batuan beku dikenal beberapa struktur batuan yang khas, tidak ditemui pada batuan lain, seperti :

Struktur Batuan Beku

Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku


1.Struktur Vesikuler
Yaitu struktur batuan beku yang berupa pori – pori batuan bekas keluarnya gas pada saat proses pendinginan magma.
2.Struktur Amigdaloidal
Yaitu struktur batuan beku yang hampir sama dengan vesikuler tetapi pori – pori batuan diisi oleh mineral sekunder.
3.Struktur kekar
• Sheeting Joint yaitu struktur kekar di mana pengkekarannya searah dengan arah aliran lava hasil erupsi gunungapi.
• Columnar Joint yaitu struktur kekar yang berupa kolom – kolom atau tiang – tiang tegak hipabisal berupa sill.
4.Pseudostratification (Perlapisan Semu)
Yaitu struktur batuan beku akibat proses gravity settling mineral yang terbentuk lebih awal lebih besar dan cenderung berada pada bagian bawah dari batuan beku.
5.Pillow Structure
Yaitu struktur batuan beku pada lava yang terbentuk di bawah permukaan laut.
Batuan Beku

Batuan Beku

BATUAN BEKU - Batuan Beku adalah batuan yang terbentuk akibat proses pendinginan magma yaitu dengan turunnya temperatur di bawah temperatur magma sekitar  ±  850  oC .Dari hasil pembekuan tersebut,  dimulai dari pembekuan lambat yang akan menghasilkan tekstur pada batuan yang sangat kasar, diikuti dengan pembekuan sedang yang menghasilkan tekstur kasar (tidak sekasar pembekuan lambat), dan kemudian pembekuan cepat yang menghasilkan tekstur halus pada batuan, serta proses pembekuan sangat cepat yang menghasilkan gelas (amorf).Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku

Pembagian Magma dan Komposisi Igneous

1. Tipe Magma merujuk pada warna dari batuan extrusive (terang ke gelap) seiring dengan meningkatnya kandungan SiO2 %.
2. Term Asam dan basa, ketika menggunakan dalam konteks ini, TIDAK ADA hubungan dengan term pH.
3. Tabel ini tidak memuat keseluruhan jenis Batuan beku; tabel ini merupakan petunjuk umum unutk menolong kita menentukan nama batuan dengan kandungan SiO2%

Magma adalah suatu larutan silikat pijar dengan temperatur berkisar antara 1200 0C - 1600 0C komposisi mineral yang beragam dan bertekanan tinggi, mempunyai sifat mobilitas yang terus mengalir menuju permukaan bumi.Karena perbedaan proses pendinginan magma tersebut, maka terbentuk berbagai jenis batuan beku dari asam sampai dengan ultra basa.

Dalam prosesnya itu sendiri pembentukan batuan ini didukung oleh mineral – mineral pembentuk batuan, di mana mineral pembentuk tersebut terurut dalam suatu urutan mineral “ Seri Bowen”.

Seri Bowen

Beberapa faktor yang mempengaruhi genesa atau keterjadian batuan beku :
Differensiasi Magma
Proses pembekuan mineral batuan beku pada bagian bawah dari tubuh batuan beku yang terbentuk tampak disusun oleh mineral – mineral berukuran kasar dan menunjukkan bentuk butir yang sempurna, disebabkan oleh mineral – mineral yang terbentuk lebih awal dan semakin ke atas menjadi halus, kejadian demikian ini (Gravity Setling) akan memperlihatkan struktur perlapisan semu (Pseudostratification).
Magma induk bersifat
• Basal Olivin  : Basa – Ultrabasa
• Basal Toleitik : Basa – Menengah
• Granit – Granodiorit : Asam

Asimilasi Magma
Proses pembauran / pencampuran magma induk dengan batuan samping yang diterobosnya, dengan syarat – syarat sebagai berikut :
• Batuan samping yang diterobosnya mudah hancur.
• Temperatur pembentukan batuan samping lebih kecil dari magma induknya.
• Jika temperatur peleburan batuan samping lebih besar dari batuan induknya, akan mengakibatkan terjadinya xenolit (batuan asing).


Xenolit yaitu fragmen asing yang terdapat di dalam batuan beku akibat adanya efek pembakaran pada batuan yang diterobosnya.

Fraksinasi Magma
Yaitu proses pembauran dari sebagian magma yang terjadi selama proses penghabluran berjalan sehingga dapat menghasilkan batuan beku yang berbeda dari satu magma induk yang sama

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done