orangtambang.id: Petrologi
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Petrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petrologi. Tampilkan semua postingan

Februari 04, 2018

Batuan Piroklastik

Batuan Piroklastik

BATUAN PIROKLASTIK - Batuan Piroklastik yaitu batuan yang terbentuk dari hasil ledakan gunung api akibat adanya gaya energi geothermal dari dalam bumi. Batuan piroklastik ini belum mengalami proses pengangkutan oleh medium apapun, jadi batuan ini membeku di atas udara pada saat terjadinya letusan pada gunung api yang masih aktif. Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Lain halnya dengan batuan epiklastik, yaitu batuan yang sudah mengalami pengangkutan (transportasi) yang mengakibatkan terjadinya pengikisan pada batuan oleh medium (air dan angin) yang membawanya. Batuan epiklastik ini biasanya terdapat pada tempat – tempat yang rendah seperti lembah – lembah,  sungai – sungai, danau – danau ataupun laut.

Batuan Piroklastik

Proses pembentukan batuan piroklastik diawali dengan meletusnya gunung api, mengeluarkan magma dari dalam bumi diakibatkan dari energi yang sangat besar yaitu gaya endogen dari pusat bumi. Magma yang dikeluarkan oleh gunung itu terhempas ke udara, sehingga magma tersebut membeku dan membentuk gumpalan yang mengeras (yang kemudian disebut batu). Gumpalan tersebut memiliki struktur dan tekstur yang tertentu pula. Sedangkan batu – batu tadi yang telah mengalami proses pengangkutan (transportasi) oleh angin dan air, maka batuan tersebut disebut dengan batuan epiklastik.

Batuan epiklastik ini banyak terdapat di daerah – daerah yang rendah, disebabkan oleh medium yang membawanya ke tempat – tempat yang rendah di sekitar gunung tersebut. Tempat – tempat rendah itu seperti di sungai, danau, laut dan lembah – lembah pegunungan.

Mekanisme pengendapan pada batuan piroklastik yaitu ada 2 macam mekanisme pengendapan, yaitu :
1. Fall Deposit
Endapan piroklastik yang dibentuk oleh jatuhan material halus yang terbawa oleh angin.


2. Flow Deposit
Endapan piroklastik yang diangkut oleh media air di mana terjadi pencampuran dari segala macam ukuran butiran.


Ciri – ciri batuan piroklastik dan batuan epiklastik, yaitu :
1. Batuan Piroklastik
a. Tekstur
   - Menyudut sampai menyudut tanggung
   - Tingkat keseragaman butir penyusun sama
b. Komposisi
   - Material stabil dan tidak stabil
   - Murni disusun oleh bahan – bahan dari letusan gunung api

2. Batuan Epiklastik
a. Tekstur
   - Bentuk butir membulat sampai membulat tanggung
   - Ukuran butir bervariasi
b. Komposisi
   - Bahan – bahan relatif stabil
   - Hasil pengangkutan dengan material sedimen lainnya.
Mineral Penyusun Batuan Piroklastik

Mineral Penyusun Batuan Piroklastik


MINERAL PENYUSUN BATUAN PIROKLASTIK - Mineral penyusun batuan piroklastik ini adalah sama persis dengan mineral–mineral pembentuk batuan beku.  Ini disebabkan karena zat asal dari kedua batuan ini adalah sama yaitu magma. Yang membedakan antara batuan beku dan batuan piroklastik adalah butirannya, kalau pada batuan beku merupakan campuran dari beberapa butir, sedangkan batuan piroklastik itu adalah merupakan satu kesatuan butiran. Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Mineral Batuan Piroklastik

Jadi, batuan piroklastik itu adalah merupakan butirannya itu juga. Beberapa mineral penyusun batuan piroklastik dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
1. Mineral Sialis
   - Mineral Kuarsa
   - Mineral Felspar (Na, Ca & K – Felspar)
   - Felspatoid (Jika kondisi larutan magma kurang jenuh)
2. Mineral Femis (Mineral yang kaya akan kandungan ikatan Fe – Mg silikat dan terkadang disusul dengan Ca – silikat)
   - Piroxen
   - Olivin
   - Melilit
3. Mineral tambahan
   - Hornblenda
   - Biotit
   - Hipersten
Klasifikasi Batuan Piroklastik

Klasifikasi Batuan Piroklastik

KLASIFIKASI BATUAN PIROKLASTIK - Pengklasifikasian terhadap batuan piroklastik ini dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan ukuran butir, menurut “Wentworth” dan ”Fisher”, yaitu : Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



Klasifikasi Batuan Sedimen Menurut Fisher dan Wenworth

Klasifikasi Batuan Piroklastik Berdasarkan Kombinasi Ukuran Butirannya Serta Bentuk Butirannya

Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik

Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN PIROKLASTIK - Sub bahasan berikut ini tentang tekstur dan struktur pada batuan piroklastik terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk pendeskripsiannya, antara lain : Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik



a. Ukuran Butir
Adalah ukuran dari batuan piroklastik itu sendiri, terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :
- Block (untuk yang berbentuk menyudut) dan Bomb (untuk yang berbentuk membulat) berukuran lebih besar dari 32 mm.
- Lapili yaitu untuk ukuran butiran dari 4 mm – 32 mm diameternya
- Debu yaitu batuan yang lebih kecil dari 4 mm
b. Bentuk butir
Adalah bentuk dan keadaan batuan tersebut, ada beberapa macam yaitu :
- Membulat sempurna, sangat bulat seperti bola.
- Membulat, hampir seperti bola
- Menyudut, yaitu memiliki sudut – sudut pada permukaannya.

c. Kompaksi
Adalah tingkat kekerasan pada batuan piroklastik, ada 2 macam kompaksi yang dikenal dalam piroklastik, yaitu :
- Kompak, permukaannya kuat, keras dan padat.
- Mudah hancur, bila dipegang meninggalkan serbuk pada tangan.

Tekstur  yang umum bisa dijumpai pada tufa adalah :
• Pumiceous (Pumisan)
Yaitu hasil erupsi / letusan padat yang sangat vesikuler, porositas sangat tinggi dan bersifat gelasan.
• Sindered Tufa
Yaitu proses pengendapan tufa oleh penyatuan bahan – bahan tufa akibat panas dari aliran lava.
• Weldered Tufa
Tufa yang selama proses pengendapan pada bagian dalam dari bahan – bahan tufa yang sangat tebal dan masih dalam kondisi panas yang mengakibatkan terjadinya fusi ke seluruh material lepas yang membentuk suatu aliran menyerupai aliran lava.


Batuan Piroklastik

Struktur Batuan Piroklastik
Pada batuan piroklastik yang berbutir kasar maupun halus kita bisa didapatkan struktur – struktur yang seringkali terdapat pada batuan sedimen, seperti perlapisan. Batuan piroklastik yang berbutir halus (tufa) seringkali memperlihatkan tekstur seperti batuan beku lelehan (“Afanitik” dan “Piroklastik”).

Penamaan batuan piroklastik berdasarkan pada butirnya, dikenal 4 jenis yaitu :
• Aglomerat
  Ukuran butir lebih besar 32 mm (Bomb)
• Breksi Volkanik
  Ukuran butir lebih besar 32 mm (Block)
• Tufa Lapili
  Ukuran butir antara 4 – 32 mm
• Tufa
  Ukuran butir sangat halus (abu/debu)

Aglomerat
Adalah batuan piroklastik yang mirip dengan konglomerat (batuan sedimen) di dalam tekstur. Perbedaannya terletak pada komposisi, di mana aglomerat terdiri dari fragmen – fragmen volkanik (lava dan piroklastik di antaranya gelas).

Breksi Volkanik
Seperti halnya aglomerat, breksi volkanik juga dibentuk oleh material gunungapi (volknik).

Tufa (Tuff)
Batuan piroklastik yang berukuran halus adalah tufa (tuff). Batuan ini terdiri dari material fragmen kristal / mineral. Berdasarkan pada komponen terbanyak fragmen kristal / mineral yang dikandung, tufa dapat dibedakan atas 3 golongan sebagai berikut :
- Tufa Vitric : Banyak fragmen gelas
- Tufa Kristal : Banyak fragmen kristal
- Tufa Lithik : Banyak fragmen batuan
Deskripsi Batuan Piroklastik

Deskripsi Batuan Piroklastik

DESKRIPSI BATUAN PIROKLASTIK - Sub bahasan berikut ini tentang bagaimana cara untuk membuat deskripi Batuan Piroklastik.
Lihat juga post terkait tentang Batuan Piroklastik dibawah ini :
- Batuan Piroklastik
- Tekstur Dan Struktur Batuan Piroklastik
- Klasifikasi Batuan Piroklastik
- Mineral Penyusun Batuan Piroklastik
- Deskripsi Batuan Piroklastik

1.  No. Batuan  :  BP.05/Petrologi/LG
2.  Warna Batuan :  Abu-abu 
3.  Tekstur
4.  Ukuran Butir : Block
5.  Bentuk Butir : Menyudut
6.  Kompaksi  : Kompak
7.  Struktur Batuan : -
8.  Genesa Batuan : Fall Depossive
9.  Jenis Batuan : Piroklastik
10. Nama Batuan  : Block
11. Sketsa Gambar Batuan



Deskripsi Batuan Piroklastik

Februari 03, 2018

Batuan Sedimen

Batuan Sedimen

BATUAN SEDIMEN - Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan bahan terlarut hasil dari proses mekanis dan kimia dari batuan yang telah ada sebelumnya.

Proses yang terlibat di sini mencakup penghancuran batuan oleh pelapukan dan erosi atau hasil keduanya, dan pengangkutan hasil tersebut ke tempat di mana diendapkan. Endapan tersebut kemudian terubah oleh proses kompaksi, sementasi menjadi batuan yang padat.

Batuan Sedimen

Proses Yang Mempengaruhi Pembentukan Batuan Sedimen
Dalam  proses pembentukan batuan sedimen di alam dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain :
1. Proses Pelapukan
Proses yang mempengaruhi pembentukan batuan sedimen dari segi kimiawi dan mekanik.
● Segi Kimiawi
  - Proses pelarutan, proses penghancuran oleh reaksi kimia dengan air.
  - Proses dehidrasi yaitu Proses pelepasan molekul air pada mineral, khususnya pada mineral – mineral olivin.
  - Proses karbonisasi yaitu proses pembentukan mineral karbonat yang kaya akan kandungan kalsium.
● Segi Mekanik
  - Pemecahan / pemisahan bahan – bahan batuan asal akibat tingkat perbedaan suhu yang cukup tinggi antara 0º - 50º C.
  - Proses pelapukan ini dikontrol oleh radiasi matahari dengan curah hujan yang sangat rendah.

2. Proses Pengangkutan
Seberapa jauh bahan – bahan atau material – material ditransportasikan, tercermin dari bentuk dan ukuran butir serta kehadiran mineral – mineral yang stabil, tak stabil dan campuran keduanya. Komposisi mineral yang menyusun batuan sedimen yaitu:
a. Mineral tak stabil menunjukkan bahwa material sedimentasi sangat dekat dari sumbernya (batuan asal).
b. Jika tersusun oleh campuran mineral stabil dan mineral tak stabil, berindikasi bahwa material yang terangkut belum terlalu jauh dari sumbernya.
c. Didominasi mineral stabil, mengindikasikan bahwa bahan – bahan tersebut terangkut sebelum diendapkan  transportasi cukup jauh.

3. Proses Pengendapan
Beberapa hal yang terdapat dalam proses pengendapan yaitu antara lain:
a. Proses pemadatan oleh gaya gravitasi
b. Proses pembatuan akibat penekanan yang kontinu, kadar air yang ada di dalam bahan tersebut keluar dari batuan sehingga terbentuk rongga pori kecil.
c. Proses diagenesa yang diikuti penghabluran kembali sebagian material asal (Allogenik) menjadi mineral baru (Autigenik), jika berlangsung kontinu terbentuk batuan sedimen dan batuan malihan.
Beberapa tempat pengendapan batuan sedimen, yaitu :
1. Lingkungan Laut / Marin, ada 3 tempat pengendapan yaitu ;
   ● Laut Dalam
   ● Laut Dangkal
   ● Laut Transisi (Pantai)
2. Lingkungan Darat
   ● Danau
   ● Sungai
   ● Rawa (Swamp)
   ● Gurun
Klasifikasi Batuan Sedimen

Klasifikasi Batuan Sedimen

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN - Berdasarkan proses pembentukannya secara umum batuan sedimen dibagi atas 2 jenis batuan, yaitu:
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastik yaitu batuan yang berasal dari proses alamiah, yang disebabkan oleh proses – proses seperti :
● Proses Pelapukan, berdasarkan sifatnya terbagi menjadi 2 yaitu :
  - Pelapukan Mekanis
  - Pelapukan Kimiawi
● Proses Pengangkutan
● Proses Pengendapan


Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

Penggolongan Batuan Sedimen

2. Batuan Sedimen Nonklastik
Yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh proses – proses penghabluran dari suatu larutan yang jenuh akan kandungan kimia tertentu akibat suatu hasil penguapan, proses penggantian serta endapan biokimia. Proses yang mengontrol :
● Adanya reaksi – reaksi kimiawi yang berlangsung
● Penghabluran dari larutan jenuh, misal kadar garam tinggi pada suatu danau
● Oleh proses biokimia yang disebabkan oleh aktivitas organisme yang ada pengendapan / pembentukan batuan sedimen organic.
Mineral Penyusun Batuan Sedimen

Mineral Penyusun Batuan Sedimen

MINERAL PENYUSUN BATUAN SEDIMEN - Mineral penyusun batuan sedimen adalah hampir sama dengan mineral – mineral penyusun batuan beku. Hal ini disebabkan oleh karena tidak semua mineral yang terdapat pada batuan beku terubah susunan kimianya, sehingga mineral itu tetap bertahan sampai terselesaikannya kegiatan pengendapan (sedimentasi) pada batuan. Mineral – mineral yang bertahan dan baru itu adalah sebagai berikut :
1. Mineral Kuarsa
Merupakan mineral penting dalam batuan sedimen, kadang – kadang membentuk 90 % dalam batupasir (batupasir kuarsa). Juga penting dalam batulanau (Silt) dan serpih (shale). Kuarsa dapat terjadi dari mineral detritus, tetapi juga dapat terbentuk oleh mineral autigen.

2. Mineral Felspar
Merupakan mineral penting dalam batuan beku, tetapi kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan kuarsa dalam batuan sedimen. Banyak terdapat dalam batuan sedimen sebagai komponen detritus (dalam batupasir); sebagai mineral autigen dalam silt dan serpih, sedikit dalam gamping.


3. Mineral Mika
Mineral mika (Biotit dan Muskovit), terdapat dalam batuan sedimen sebagai klastika atau autigen. Biotit karena kurang stabil dari muskovit, maka jarang diketemukan dalam batuan sedimen, umumnya lapuk menjadi klorit kadang – kadang menjadi glaukonit.


4. Mineral Berat
Terdapat dalam jumlah kecil dalam batuan asalnya (Zircon, garnet, topaz, rutil, magnetit, dan lain – lain). Mineral – mineral ini sebagian dapat tahan terhadap penghancuran pelapukan, abrasi atau proses pelarutan.


5. Mineral Lempung
Merupakan silikat alumina “Hidrated”, berbutir halus (kurang dari 0,005 mm). Dapat terbentuk sebagai lempung residu oleh dekomposisi mineral asal, tetapi juga ditransportasikan dan diendapkan  sebagai sedimen.


6. Oksida besi dan alumina
Merupakan hasil pelapukan dari limonite (merupakan hasil pengerasan gel berbentuk amorf, isotrop dan bentuk ginjal, bitroidal atau bentuk colloform yang lain), Hematite dan Magnetite (terdapat dalam berbagai bentuk, kompak, Colummnar atau seperti tanah), Bauxite (pizolites, kongkresi, amorf), serta Gibbstit (berlembar halus, kongkresi sering terdapat dalam tubuh tanah atau laterit sebagai hasil pelapukan daerah tropis).


7. Mineral – mineral Kimia
Mineral yang lazim sebagai endapan langsung adalah karbonat, di antaranya kalsit, dan dolomit. Kalsit dalam batugamping dapat berbentuk sebagai fragmen atau sebagai semen. Dolomit agak sukar dibedakan dengan kalsit, yang merupakan “Replacement” dari kalsit.


8. Mineral Silika
Dapat berbentuk kuarsa, kalsedon atau opal. Kuarsa yang diendapkan secara kimia dalam batuan sedimen adalah kuarsa yang bertemperatur rendah. Kalsedon dominan dalam rijang, berbentuk serabut dengan susunan atom dari kuarsa. Opal mula – mula merupakan silika amorf.


9. Mineral Silikat
Hanya sedikit yang terbentuk karena pengendapan, kebanyakan terdapat dalam batuan sedimen sebagai residu atau hasil pelapukan. Kedua – duanya ditransportasikan dan diendapkan secara mekanis. Silikat juga terbentuk dalam batuan sedimen setelah pengendapan, misalnya felspar autigen, mika dan klorit.


10.Lain – lain, mineral – mineral lain yang mungkin terdapat dalam sedimen adalah fosfat, sulfida dan halida. Mineral fosfat yang lazim adalah bersifat amorf, masif, oolitis, koloform, atau replacment dari kerang, tulang dan sebagainya.


Lihat juga post terkait tentang Batuan Sedimen dibawah ini :
- Batuan Sedimen
- Tekstur Dan Struktur Batuan Sedimen
- Mineral Penyusun Batuan Sedimen
- Klasifikasi Batuan Sedimen
- Deskripsi Batuan Sedimen

Mineral Penyusun Batuan Sedimen

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done