orangtambang.id: Batuan Beku
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Batuan Beku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batuan Beku. Tampilkan semua postingan

Februari 01, 2018

Tekstur Batuan Beku

Tekstur Batuan Beku

TEKSTUR BATUAN BEKU - Tekstur adalah sifat butiran (mineral) dan hubungan antar butir dalam batuan. Tekstur pada batuan beku terbagi menjadi beberapa bagian dimana bagian tersebut mempunyai beberapa unsur penyusun yang dapat menunjukkan ciri dan sifat tertentu.

Tekstur batuan beku meliputi :
1. Derajat Kristalisasi
Yaitu perbandingan antara batuan yang kristalin dan nonkristalin (Amorf). Macam – macam kristalinitas batuan adalah :
Holokristalin; terdiri dari kristal seluruhnya
- Hypokristalin; terdiri dari kristal dan amorf
- Holohyalin; seluruhnya terdiri dari amorf (non kristalin).


2. Besar Butir (kristal)
Phaneric, butiran yang dapat dilihat secara mata telanjang. Terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
• Kasar    : butir yang berukuran > 5 mm
• Sedang : butir yang berukuran 3 – 5 mm
• Halus    : butir yang berukuran  1 – 3 mm
Afanitik (Aphanitic), butiran yang tidak terlihat secara jelas. Di mana  mempunyai ukuran butir < 1 mm (Fine grain/Halus).
Mikrokristalin

Butirannya sangat kecil hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.
• Kriptokristalin 

Ukuran butirnya lebih halus dibandingkan dengan mikrokristalin.
Amorf   

Butiran penyusunnya berupa gelas halus menyeluruh.
Ukuran besar butir berhubungan dengan cepat – lambatnya pembekuan. Umumnya batuan lelehan (Extrusif) membeku cepat (berbutir sangat halus); sedangkan lava termasuk batuan beku ekstrusif yang mengalir di permukaan, oleh sebab itu lava menunjukkan struktur lubang-lubang gas (struktur vesikuler) pada permukaan bagian luarnya.


Tekstur Batuan Beku


Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku


Jika lubang-lubang gas tersebut terisi oleh mineral lain disebut sebagai struktur amigdaloid. Apabila pembekuan tersebut berjalan sangat cepat, maka akan terbentuk gelas (amorf), misalnya obsidian. Ini terjadi karena pendinginan yang terlalu cepat, sehingga larutan mineral tidak sempat menghablur.

3. Bentuk Kristal
Tidak semua batuan membentuk kristal yang sempurna. Pengamatan di bawah mikroskop dapat membedakan bentuk–bentuk sebagai berikut :
• Euhedral : Bentuk kristal yang sempurna
• Subhedral : Sebagian Sisi – sisi kristal tidak baik
• Anhedral : Bentuk Sisi – sisi kristal tak baik
Bentuk – bentuk ini juga dipengaruhi oleh pengubahan (alterasi) menjadi mineral lain.


4. Hubungan Antar Butir
Yang dimaksud butiran di sini adalah bentuk-bentuk kristal dari mineral pembentuk batuan beku. Hubungan butir pada batuan beku dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
Equigranular : Butiran yang mempunyai ukuran yang seragam
Inequigranular: Butiran yang mempunyai ukuran tidak seragam

Pada ukuran butir yang tidak seragam, dikenal tekstur – tekstur :
• Porfiritik (Porphyritic)
Yaitu tekstur yang memperlihatkan adanya butiran yang besar (fenokris), berada di dalam masa dasar (matrix) yang lebih halus.
Vitrofirik
Yaitu tekstur yang hampir sama dengan Porfiritik, tetapi masa dasarnya berupa gelas (amorf)


5. Kemas /Fabric
Yaitu suatu keseragaman bentuk butir dari pada hubungan butir, kemas/fabric ini hanya dapat digunakan untuk batuan yang bertekstur equigranular (butirannya relatif berukuran sama). Macam – macam kemas adalah :
Panidiomophic Granular yaitu kalau seluruhnya terdiri dari kristal – kristal yang subhedral (dominan).
Hypiodiomorfic Granular yaitu terdiri dari kristal – kristal yang euhedral (dominan).
Allotriomorfic Granular yaitu terdiri dari kristal – kristal yang anhedral (dominan).

Tekstur khusus pada batuan beku dikenal beberapa istilah yaitu :
Pumice yaitu tekstur batuan beku yang tersusun oleh vesikuler yang sangat intensif
Skoria yaitu tekstrur batuan beku sebagai pengembangan dari tekstur vesikuler intensif dengan serat yang sangat kasar.
Sferolitik yaitu tesktur dari tubuh batuan yang berbentuk sferik dari mineral – mineral sferik.
Grafit yaitu tekstur yang terbentuk dari intergrowth antara kuarsa dan granit.

Deskripsi Batuan Beku

Deskripsi Batuan Beku

DESKRIPSI BATUAN BEKU - Dalam langkah pendeskripsian batuan beku, untuk dapat menetukan jenis dari pada batuan beku tersebut kita harus memperhatikan beberapa hal, seperti :
Contoh Deskripsi batuan beku
1.Nomor  Batuan :  M. 2692
2.Warna Batuan  : Hitam
3.Tekstur Batuan :
- Derajat Kristalisasi  : Holokristalin
- Kemas  : Panidiomorfic
- Granularitas  : Phaneric
4.Tekstur Khusus : -
5.Struktur : Massive
6.Genesa  : Intrusif
7.Komposisi Mineral : Piroksen dan Plagioklas
8.Jenis Batuan  : Beku Basa
9.Nama Batuan : Basalt
10.Sketsa Batuan 3 Dimensi :


Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku


Tekstur dan Warna Batuan Beku
Flow Chart identifikasi Bantuan Beku berdasarkan Tekstur dan Warna


Flow Chart identifikasi Bantuan Beku Phaneritic berdasarkan Komposisi
Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku

Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku

KLASIFIKASI DAN MINERAL PENYUSUN BATUAN BEKU - Klasifikasi pembentuk batuan beku dapat dibedakan menjadi tiga yang dikelompokkan menurut beberapa unsur, baik berdasarkan genesanya. mineral maupun komposisi fisiknya.

Klasifikasi Berdasarkan Ganesa
Menurut genesanya, batuan beku dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
- Batuan Beku Intrusif
Yaitu batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi, batuan jenis ini biasanya membentuk kristal yang sempurna dan tekstur kristal kasar: granit ,granodiorit,  syenit,  diorit dan gabro. Kelompok ini sering disebut juga sebagai batuan Plutonik.
- Batuan Beku Ekstrusif
Yaitu batuan beku yang terbentuk (membeku) di luar permukaan bumi, batuan jenis ini umumnya bertekstur dan struktur yang halus dan berjejak – jejak  pada permukaannya, seperti : Basalt, Andesit, Diorit dan lain – lain.

Klasifikasi Berdasarkan Sifat Fisik
Menurut sifat fisiknya, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi 4 macam batuan beku, yaitu (lihat table dan gambar di) di bawah ini :


Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku



Klasifikasi pembentuk batuan baku berdasarkan unsur mineral.
Mineral Utama
Mineral Utama adalah mineral yang terbentuk dari kristalisasi magma, biasanya hadir dalam jumlah yang cukup banyak dan menentukan nama atau sifat batuan.
Contoh : Kwarsa, Plagioklas, Ortoklas, Olivin, Piroksen, Amfibol, Mika dan Felspatoid.
Mineral Tambahan
Mineral tambahan yaitu merupakan mineral hasil kristalisasi magma, tetapi kehadirannya relatif sedikit (kurang dari 5%) dan tidak menentukan nama/sifat batuan. Umumnya berbentuk mineral berat.
Contoh : Apatit, Zirkon, Magnetit, Hematit, Rutil dan lain – lain.
Mineral SekunderMineral sekunder adalah mineral yang merupakan hasil ubahan dari mineral – mineral primer, proses ubahan tersebut antara lain karena pelapukan, sirkulasi larutan sisa magma karena metamorfosis.
Contoh : Klorit, Kalsit, Serisit, Kaolin, Epidot.

Struktur Batuan Beku

Struktur Batuan Beku

STRUKTUR BATUAN BEKU - Struktur adalah gambaran bentuk arsitektur dan hubungan dari keadaan tekstur di dalam batuan. Pada batuan beku dikenal beberapa struktur batuan yang khas, tidak ditemui pada batuan lain, seperti :

Struktur Batuan Beku

Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku


1.Struktur Vesikuler
Yaitu struktur batuan beku yang berupa pori – pori batuan bekas keluarnya gas pada saat proses pendinginan magma.
2.Struktur Amigdaloidal
Yaitu struktur batuan beku yang hampir sama dengan vesikuler tetapi pori – pori batuan diisi oleh mineral sekunder.
3.Struktur kekar
• Sheeting Joint yaitu struktur kekar di mana pengkekarannya searah dengan arah aliran lava hasil erupsi gunungapi.
• Columnar Joint yaitu struktur kekar yang berupa kolom – kolom atau tiang – tiang tegak hipabisal berupa sill.
4.Pseudostratification (Perlapisan Semu)
Yaitu struktur batuan beku akibat proses gravity settling mineral yang terbentuk lebih awal lebih besar dan cenderung berada pada bagian bawah dari batuan beku.
5.Pillow Structure
Yaitu struktur batuan beku pada lava yang terbentuk di bawah permukaan laut.
Batuan Beku

Batuan Beku

BATUAN BEKU - Batuan Beku adalah batuan yang terbentuk akibat proses pendinginan magma yaitu dengan turunnya temperatur di bawah temperatur magma sekitar  ±  850  oC .Dari hasil pembekuan tersebut,  dimulai dari pembekuan lambat yang akan menghasilkan tekstur pada batuan yang sangat kasar, diikuti dengan pembekuan sedang yang menghasilkan tekstur kasar (tidak sekasar pembekuan lambat), dan kemudian pembekuan cepat yang menghasilkan tekstur halus pada batuan, serta proses pembekuan sangat cepat yang menghasilkan gelas (amorf).Mungkin saja agan ingin liat post terkait lainnya dibawah ini :
- Batuan Beku
- Struktur Batuan Beku
- Tekstur Batuan Beku
- Klasifikasi dan Mineral Penyusun Batuan Beku
- Deskripsi Batuan Beku

Pembagian Magma dan Komposisi Igneous

1. Tipe Magma merujuk pada warna dari batuan extrusive (terang ke gelap) seiring dengan meningkatnya kandungan SiO2 %.
2. Term Asam dan basa, ketika menggunakan dalam konteks ini, TIDAK ADA hubungan dengan term pH.
3. Tabel ini tidak memuat keseluruhan jenis Batuan beku; tabel ini merupakan petunjuk umum unutk menolong kita menentukan nama batuan dengan kandungan SiO2%

Magma adalah suatu larutan silikat pijar dengan temperatur berkisar antara 1200 0C - 1600 0C komposisi mineral yang beragam dan bertekanan tinggi, mempunyai sifat mobilitas yang terus mengalir menuju permukaan bumi.Karena perbedaan proses pendinginan magma tersebut, maka terbentuk berbagai jenis batuan beku dari asam sampai dengan ultra basa.

Dalam prosesnya itu sendiri pembentukan batuan ini didukung oleh mineral – mineral pembentuk batuan, di mana mineral pembentuk tersebut terurut dalam suatu urutan mineral “ Seri Bowen”.

Seri Bowen

Beberapa faktor yang mempengaruhi genesa atau keterjadian batuan beku :
Differensiasi Magma
Proses pembekuan mineral batuan beku pada bagian bawah dari tubuh batuan beku yang terbentuk tampak disusun oleh mineral – mineral berukuran kasar dan menunjukkan bentuk butir yang sempurna, disebabkan oleh mineral – mineral yang terbentuk lebih awal dan semakin ke atas menjadi halus, kejadian demikian ini (Gravity Setling) akan memperlihatkan struktur perlapisan semu (Pseudostratification).
Magma induk bersifat
• Basal Olivin  : Basa – Ultrabasa
• Basal Toleitik : Basa – Menengah
• Granit – Granodiorit : Asam

Asimilasi Magma
Proses pembauran / pencampuran magma induk dengan batuan samping yang diterobosnya, dengan syarat – syarat sebagai berikut :
• Batuan samping yang diterobosnya mudah hancur.
• Temperatur pembentukan batuan samping lebih kecil dari magma induknya.
• Jika temperatur peleburan batuan samping lebih besar dari batuan induknya, akan mengakibatkan terjadinya xenolit (batuan asing).


Xenolit yaitu fragmen asing yang terdapat di dalam batuan beku akibat adanya efek pembakaran pada batuan yang diterobosnya.

Fraksinasi Magma
Yaitu proses pembauran dari sebagian magma yang terjadi selama proses penghabluran berjalan sehingga dapat menghasilkan batuan beku yang berbeda dari satu magma induk yang sama

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done