orangtambang.id: Batuan Metamorf
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Batuan Metamorf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batuan Metamorf. Tampilkan semua postingan

Februari 03, 2018

Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf

Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf

TEKSTUR DAN STRUKTUR BATUAN METAMORF – Pembahasan mengenai tekstur pada batuan metamorf dikenal berbagai macam istilah, yaitu :
Lepidoblastik
Memeperlihatkan orientasi yang dibentuk oleh kesejajaran mineral – mineral pipih, seperti : mika dan klorit.
Nematoblastik
Memperlihatkan orientasi yang dibentuk oleh kesejajaran mineral – mineral tabular, prismatik, meniang dan lain – lain, seperti : Sillimanit Piroksen, Amfibol dan lain – lain.
Granoblastik


Memperlihatkan susunan yang terdiri dari mineral berbutir dengan dimensi yang sama (Equidimentional). Dari 3 bentuk umum tekstur yang ada pada batuan metamorf, dapat dikelompokkan menjadi 2 tekstur, yaitu :
1. Heteroblastik
Suatu tekstur batuan metamorf yang memperlihatkan lebih dari satu macam bentuk tekstur metamorf, seperti : Lepidoblastik, Nematoblastik dan Granoblastik.
2. Homeoblastik
Suatu tekstur batuan metamorf yang memperlihatkan satu macam bentuk tekstur metamorf, seperti : Lepidoblastik, Nematoblastik dan Granoblastik.
Tekstur Khusus

Pada batuan metamorf tidak hanya tekstur umum yang ada, tetapi memiliki tekstur khusus pada batuannya :
1. Porfiroblastik
Tekstur yang mempunyai bentuk yang hampir sama dengan tekstur porfiritik pada batuan beku. Memperlihatkan adanya butir kristal yang besar (Porfiroblast) di dalam masa dasar yang terdiri dari kristal – kristal yang lebih halus.
2. Blastoporfiritik
Hampir sama dengan porfiroblastik dengan perbedaan terletak pada kejadiannya. Blastoporfiritik berarti merupakan tekstur sisa dari batuan sebelumnya.
3. Idioblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal euhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.
4. Xenoblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal anhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.
5. Sub - Idioblast
Suatu tekstur khusus untuk batuan yang mempunyai butiran kristal subhedral yang terbentuk karena proses metamorfosa.

Struktur Batuan Metamorf
Struktur pada batuan metamorf secara umum dibagi menjadi 2 macam struktur, yaitu :
1.Foliasi
Yaitu struktur paralel yang timbul oleh mineral – mineral  pipih sebagai akibat proses dari metamorfisme. Foliasi ini bisa diperlihatkan oleh mineral – mineral prismatik yang menunjukkan orientasi tertentu.
2.NonFoliasi
Yaitu Struktur yang dibentuk oleh mineral yang equidimensional,  terdiri dari butiran – butiran (granular) yang dapat dijumpai pada batuan metamorf hornfels dihasilkan oleh metamorfosa thermal.

Batuan Metamorf

Pada struktur Foliasi dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis struktur :
a. Slaty Claveage
Struktur khas pada batuan sabak (slato), memperlihatkan foliasi/tetapi belum terlihat adanya “segregation bedding” (perlapisan akibat pemisahan dari macam – macam mineral).
b. Granulose/hornfels
Struktur yang memperlihatkan susunan mineral yang berbentuk butiran (granular). Yang biasanya mempunyai dimensi sama (equidimentional) dengan batas butiran bergerigi atau tidak.
c. Filonitik
Gejala dan kenampakan yang sama dengan milonitik, dimana sudah terjadi rekristalisasi dan menunjukkan kilap silky (sutera).
d. Phylitic
Struktur yang khas untuk batuan filit, foliasinya lebih sempurna dari sabak dimana “segregation bedding” sudah terlihat tetapi belum sempurna.
e. Schistosity
Struktur foliasi yang menerus, (Closeschisity) terbentuk antara lain karena perulangan perlapisan antara mineral – mineral pipih dengan mineral – mineral berbutir, “Segregation bedding” sudah sempurna.
f. Gneistose
Struktur akibat perulangan mineral pipih dengan mineral equigranular, orientasi mineral pipih terputus – putus (tidak menerus) oleh mineral granular biasa disebut open scjiestose.
g. Milonitik
Memperlihatkan gejala hancuran dimana terlihat adanya fragmen yang lebih besar dikelilingi oleh material halus yang memperlihatkan foliasi.
Mineral Penyusun Batuan Metamorf

Mineral Penyusun Batuan Metamorf

MINERAL PENYUSUN BATUAN METAMORF - Mineral penyusun pada batuan metamorf mempunyai komposisi hampir sama dengan komposisi pada batuan asalnya (mineral batuan beku dan batuan sedimen), mineral – mineral tersebut, seperti :
1. Kuarsa
2. Albit
3. Ortoklas
4. Biotit
5. Hornblenda
6. Kalsit
7. Dolomit


Lihat juga post terkait tentang Batuan Metamorf dibawah ini :
- Batuan Metamorf
- Mineral Penyusun Batuan Metamorf
- Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf
- Deskripsi Batuan Metamorf


Mineral Penyusun Batuan Metamorf

Selain mineral – mineral tersebut di atas, pada batuan metamorf ditemukan juga mineral – mineral khusus yang hanya dimiliki oleh batuan metamorf, seperti :
1. Silimanit ( Regional )
2. Kyanit ( Regional )
3. Andalusit ( Regional )
4. Garnet ( Thermal )
5. Staurolit ( Regional )
6. Clhorite ( Kimiawi )
8.  Talk ( Regional )
9. Korundum ( Thermal )
10. Grafit ( Regional dan Thermal )
11. Wollastonit ( Thermal dan Kimiawi )pidot ( Kimiawi )
Deskripsi Batuan Metamorf

Deskripsi Batuan Metamorf

DESKRIPSI BATUAN METAMORF - Berikut ini cara untuk membuat deskripsi dari jenis Batuan Metamorf sebagai berikut :
1. Nomor Batuan : BM 67/LG/PETRO
2. Warna Batuan : Hitam kecoklatan agak merah
3. Tekstur Batuan : Homeoblastik (Lepidoblastik)
4. Struktur Batuan : NonFoliasi
5. Komposisi : Ortoklas, Plagioklas, Kuarsa dan Muskovit
6. Proses Metamorfisme : Metamorf Thermal
7. Nama Batuan : Batu Tanduk
8. Sketsa Gambar :


Lihat juga post terkait tentang Batuan Metamorf dibawah ini :
- Batuan Metamorf
- Mineral Penyusun Batuan Metamorf
- Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf
- Deskripsi Batuan Metamorf
 

Batuan Metamorf

deskripsi batuan metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

BATUAN METAMORF – Batuan Metamorf adalah suatu proses pengubahan batuan akibat perubahan tekanan (P), temperatur (T) atau kedua – duanya. Proses metamorfosa merupakan suatu proses isokimia dimana tidak terjadi penambahan unsur – unsur kimia. Lihat juga post terkait tentang Batuan Metamorf dibawah ini :
- Batuan Metamorf
- Mineral Penyusun Batuan Metamorf
- Tekstur Dan Struktur Batuan Metamorf
- Deskripsi Batuan Metamorf


Temperatur terjadinya berkisar antara 200 0 – 800 oC. Proses metamorfosa berjalan tanpa melalui fasa cair. Akibat metamorfosa batuan keluar dari keseimbangan lama dan memasuki keseimbangan yang baru. Dalam metamorfosa yang berubah adalah tekstur dan asosiasi mineral, sedangkan yang tetap adalah komposisi kimia padat (tanpa melalui fasa cair). Tekstur batuan metamorf selalu merefleksikan sejarah pembentukannya.

Batuan Metamorf

Ditinjau dari perubahan P & T, dikenal ; (a) progressive metamorphisme adalah perubahan dari P & T rendah ke P & T tinggi, dan (b) Retrogressive metamorphisme adalah perubahan dari P & T tinggi ke P & T rendah.
Kondisi fisik yang mengontrol proses metamorfosa / rekristalisasi dan tekstur mineral :
1.Tekanan

Tekanan terbagi menjadi 2, yakni tekanan hidrostatis dan tekanan searah (Stress). Berdasarkan dua hal ini maka dikenal 2 kelompok mineral, yaitu :
● Stress mineral yaitu mineral – mineral yang tahan terhadap tekanan, contoh : Staurolit dan kianit.
● Anti – Stress mineral yaitu mineral – mineral yang tidak sering dijumpai pada batuan yang mengalami stress, contoh : Olivin dan Andalusit.


2.Temperatur
Pada umumnya perubahan temperatur jauh lebih efektif dari pada perubahan tekanan dalam hal pengaruh bagi perubahan mineralogy.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done